Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Teknik Elektro gagas kuliah dosen tamu dari Universiti Malaya (UM) dalam rangka memperkuat wawasan dan pengetahuan pada bidang pendidikan elektronika. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung SFD Tower A pada 5 Mei 2026.
Pada pertemuan pertama ini, FT UNJ menghadirkan Prof. Lai Chin Wei dari Nanotechnology and Catalysis Research Center Universiti Malaya yang mengulas materi bertema “Exploring Nano Titanium Dioxide for Advance Environmental Remediation” serta Prof. Goh Boon Tong dari Department of Physics, Faculty of Scince, Universiti Malaya yang mengulas materi bertema “Growth of Sillicon Based Nanowires for Energy, Electronic and Ferromagnetic Applications”.
Pada kesempatan ini, Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati menyampaikan apresiasinya atas kehadiran guru besar dari Universiti Malaya dengan berbagi pengelaman, keilmuan, dan riset dalam rangka berbagi pengetahuan akademik kepada FT UNJ.
“Keberadaan pakar dari UM bukan sekedar membuka ruang akademik lebih dalam, melainkan juga merupakan wujud kolaborasi nyata dan strategis dalam mengintegrasikan keunggulan penelitian, pengembangan kurikulum, kemitraan internasional, dan budaya publikasi berdampak tinggi,” ungkapnya.

Kegiatan ini memperkuat Fakultas Teknik dalam pengembangan akademik dan peningkatan mutu pendidikan tinggi dalam jaringan internasional.
“Kegiatan ini mencangkup tiga pilar penting yaitu terkait dengan kuliah umum dan berbagi pengetahuan, diskusi kurikulum untuk penguatan akademis, serta lokakarya jurnal, dan klinik publikasi,” katanya.
Menurut Prof. Neneng tujuan itu juga selaras dengan komitmen Fakultas Teknik terutama dalam membentuk pendidikan berbasis hasil (Outcome-Based Education), kolaborasi internasional, serta meningkatkan visibilitas penelitian global.
Adapun materi hari paparan hari ini berkaitan dengan pengembangan ilmu terkait nanoteknologi untuk remediasi lingkungan serta material canggih untuk energi dan eletronika.
Prof. Neneng menyampaikan kajian itu relevan terhadap pengembangan ilmu pada bidang rekayasa berkelanjutan, teknologi hijau, dan penelitian terapan dengan dampak sosial.
“Kami percaya bahwa kunjungan ini tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi akan berkembang menjadi kolaborasi penelitian bersama, publikasi bersama di jurnal berdampak tinggi, program mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pembentukan jaringan penelitian internasional,” katanya.
Prof. Neneng berharap semua peserta dapat aktif terlibat dalam diskusi ini serta mengikat jaring kolaborasi yang kuat dalam menciptakan pengetahuan yang berdampak.