JAKARTA, Humas UNJ – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) memperkuat budaya akademik dan kapasitas riset melalui program International Visiting Scholars 2026. Program tersebut menghadirkan Prof. Rekha Koul untuk membahas penelitian mengenai lingkungan belajar di kelas melalui kuliah bertajuk “Researching Classroom Learning Environments: Theory, Instruments and Evaluation”.
Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/8/26) di Meeting Room Gedung Bung Hatta, Kampus A UNJ. Kuliah tersebut diikuti mahasiswa dan sivitas akademika sebagai ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai teori, instrumen penelitian, serta evaluasi lingkungan pembelajaran.
Prof. Rekha Koul mengajak peserta melihat lingkungan belajar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi proses dan pengalaman belajar peserta didik. Menurutnya, lingkungan kelas tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik ruang pembelajaran, tetapi juga mencakup interaksi, suasana akademik, hubungan antarpeserta didik, serta berbagai faktor sosial dan akademik yang membentuk pengalaman belajar.
Dalam paparannya, Prof. Rekha membahas aspek konseptual dan metodologis dalam penelitian classroom learning environments. Pemahaman terhadap teori menjadi dasar dalam menentukan instrumen penelitian, sedangkan evaluasi diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi lingkungan pembelajaran.
Materi tersebut juga memberikan perspektif bagi mahasiswa mengenai bagaimana penelitian lingkungan belajar dapat dirancang berdasarkan data. Peserta memperoleh kesempatan berdiskusi mengenai pemilihan instrumen, pengukuran, serta cara memahami hasil penelitian untuk melihat kondisi pembelajaran secara lebih objektif.
Direktur SPs UNJ, Prof. Dedi Purwana mengatakan, kehadiran akademisi internasional dalam program International Visiting Scholars menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus memperkuat budaya penelitian di lingkungan UNJ.

“Kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap diskusi seperti ini tidak berhenti pada kegiatan kuliah, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian dan penguatan jejaring akademik internasional,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan riset pendidikan dari perspektif yang lebih luas.
“Pertukaran gagasan seperti ini penting untuk mendorong mahasiswa dan dosen melihat persoalan pendidikan melalui pendekatan ilmiah sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian yang lebih luas,” katanya.
Program International Visiting Scholars 2026 yang diselenggarakan SPs UNJ menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik. Kehadiran Prof. Rekha Koul diharapkan dapat membuka ruang diskusi lanjutan dan peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian.
Kajian mengenai classroom learning environments memiliki relevansi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian tentang lingkungan belajar dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi praktik pendidikan sekaligus merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui pendekatan teori, instrumen penelitian, dan evaluasi yang tepat, lingkungan pembelajaran dapat dikaji secara lebih sistematis. Hasil kajian tersebut selanjutnya dapat menjadi masukan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Melalui International Visiting Scholars 2026, SPs UNJ terus memperluas ruang pertukaran pengetahuan dan jejaring akademik internasional. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik sivitas UNJ, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan kerja sama baru yang berkontribusi pada pengembangan pendidikan.