FT UNJ Targetkan Akselerasi Penyelarasan Kurikulum dan Kolaborasi Global

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Relasi Internasional, Dekan FT UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Dukungan Spiritual bagi Pegawai, UNJ Lepas 21 Calon Jemaah Haji 2026

Eurasia UNJ 2026 Dorong Wawasan Global Mahasiswa Melalui Diskusi AI dan Budaya Indonesia – Jepang

Eurasia FISH UNJ 2026 Soroti Kesenjangan Digital dan Akses Pendidikan di Era Teknologi

UNJ dan SUKMA Johor Perkuat Kerja Sama Melalui Laga Persahabatan Internasional

Dorong Publikasi Bereputasi Dunia, FT UNJ Gelar FGD dan Kolaborasi Internasional

Jakarta, Humas UNJ – Rangkaian acara Curriculum Discussions: Technical Research Discussion and Syllabus Benchmarking Session yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Selasa, 7 April 2026, di gedung SFD lantai 10 dibuka secara resmi melalui sambutan dari Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FT UNJ, Himawan Hadi Sutrisno. Dalam arahannya, Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dua pakar internasional asal Malaysia, yakni Prof. Mohamed Thariq Hameed Sultan dan Prof. Shahnor Basri, yang bersedia meluangkan waktu untuk membedah dan meninjau langsung kurikulum di lingkungan FT UNJ.

Himawan menjelaskan bahwa forum diskusi ini merupakan momentum krusial bagi fakultas untuk melakukan tinjauan (review) kurikulum secara mendalam, baik yang saat ini sedang berjalan maupun yang tengah dikembangkan. Tinjauan ini tidak hanya menjadi prasyarat mutlak untuk pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi yang didukung penuh oleh skema pendanaan dari program Equity. Ia menegaskan bahwa melalui fleksibilitas program tersebut, diskusi yang diinisiasi pada hari ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, bahkan difasilitasi untuk ditindaklanjuti secara daring apabila dibutuhkan perbaikan atau perombakan kurikulum prodi ke depannya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa pada hari kedua dari rangkaian kegiatan ini, fokus luaran (output) dititikberatkan pada tinjauan kurikulum spesifik untuk program studi rumpun mesin dan sipil. Pemilihan peserta ini diselaraskan secara presisi dengan kepakaran para narasumber, khususnya Prof. Shahnor Basri yang memiliki rekam jejak panjang dalam merintis berbagai program studi rekayasa keteknikan di level internasional. Oleh karena itu, fakultas mendorong agar seluruh gagasan dan pemikiran terkait perbaikan kurikulum dapat didiskusikan secara tuntas agar dapat dilaporkan dan difasilitasi lebih lanjut melalui pendanaan Equity. Ia juga memberikan bocoran bahwa pada bulan Mei mendatang, fakultas berencana menghadirkan pakar lain yang secara khusus akan mendampingi program studi dari rumpun Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama juga mengevaluasi salah satu kendala utama yang kerap dihadapi FT UNJ dalam menjalin kerja sama akademik, yakni ketidakselarasan mata kuliah . Ia mencontohkan pengalaman saat menggagas kolaborasi dengan universitas dalam negeri seperti UNNES dan UNIMED, di mana perbedaan struktur kurikulum menyulitkan proses pengakuan mata kuliah silang, yang berdampak pada kurang optimalnya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan IKU 3 fakultas. Meskipun prodi Teknik Mesin telah memiliki standar acuan nasional melalui Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM), harmonisasi kurikulum untuk kolaborasi lintas negara dengan institusi seperti UPM maupun UMAM di Malaysia masih menemui banyak tantangan.

Mengakhiri arahannya, ia menaruh harapan besar agar kehadiran para profesor senior dari Malaysia ini dapat menjadi jembatan untuk merumuskan kurikulum berstandar internasional yang lebih adaptif. Secara khusus, ia juga memotivasi perwakilan prodi yang hadir untuk proaktif merumuskan standar tersebut agar dapat menjadi pionir yang diikuti oleh program studi lainnya di lingkungan FT UNJ. Melalui penyelarasan ini, target utama untuk mewujudkan kolaborasi akademik yang implementatif antara FT UNJ dengan perguruan tinggi internasional dapat segera direalisasikan.

Berikutnya tampil sebagai narasumber Prof. Shahnor Basri membedah secara kritis arah pengembangan silabus di Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam paparan yang tajam dan interaktif tersebut, mantan Direktur Institute of Strategic Science and Technology Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) ini menggarisbawahi pentingnya keselarasan filosofi akademik antara kurikulum yang berlaku di tingkat nasional dengan standar akreditasi internasional, khususnya Washington Accord dan Sydney Accord.

Mengawali sesinya, Prof. Shahnor langsung menyoroti isu ketidakselarasan kurikulum yang kerap menghambat program transfer kredit antarkampus (credit transfer). Ia menegaskan bahwa kendala ini sejatinya tidak perlu terjadi apabila seluruh program studi keteknikan berpijak pada standar global yang sama. Ia memaparkan bahwa Washington Accord (untuk sarjana teknik) dan Sydney Accord (untuk teknologi rekayasa) merupakan kesepakatan internasional yang mengatur pengakuan kompetensi lulusan keteknikan secara universal. Mengetahui rencana Indonesia yang sedang dalam proses untuk sepenuhnya meratifikasi kesepakatan tersebut, ia mendorong prodi-prodi di FT UNJ untuk mulai mengadopsi standar akreditasi global seperti ABET (Amerika Serikat) atau standar Board of Engineers Malaysia (BEM) dan Board of Technology Malaysia (MBOT). Dengan memiliki filosofi definisi Satuan Kredit Semester (SKS) yang selaras secara internasional, UNJ dapat dengan mudah menjalin kerja sama double degree atau pertukaran pelajar dengan universitas di Malaysia, Singapura, hingga kawasan lainnya.

Selain membedah standar program sarjana, Prof. Shahnor Basri juga membawa perspektif baru mengenai pengembangan karakter dan visi institusi melalui penguatan program pascasarjana. Guna mendukung langkah UNJ menuju World Class University serta menembus pemeringkatan QS World University Rankings, ia mengusulkan inisiasi tiga program magister strategis berbasis industri yang telah sukses ia kembangkan di berbagai perguruan tinggi di Malaysia. Ketiga program tersebut meliputi Magister Manajemen Manajemen Teknik (Master of Engineering Management), Magister Manajemen Proyek (Master of Project Management), dan Magister Inovasi & Desain Rekayasa (Master of Innovation and Engineering Design). Ia menekankan bahwa program-program ini sangat diminati oleh kalangan profesional dari industri manufaktur maupun konstruksi, sehingga mampu menjadi motor penghasil pendapatan (income generating) bagi fakultas tanpa mengesampingkan esensi keilmuannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, menjadi ruang dialog yang memperkaya perspektif serta memperdalam pemahaman seluruh peserta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mempererat kolaborasi di masa mendatang.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UNJ untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing internasional. Upaya tersebut juga tercermin melalui langkah strategis UNJ dalam mengembangkan kurikulum berstandar internasional yang adaptif terhadap dinamika global, sehingga mampu mencetak lulusan unggul, kompeten, dan siap bersaing di tingkat dunia.