Hadirkan Pakar dari UM, FT UNJ Diskusikan Penguatan Kurikulum Akademik

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Benchmarking ke UKM Malaysia, FPsi UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Klub Terapi Olahraga FIKK UNJ dengan Just Yoga Tunjukkan Kolaborasi Sehat

“Meet, Connect, Create Impact!”, FEB UNJ Dorong Kolaborasi Global Melalui International Webinar & Digital Exhibition (ECOBIS EXPO)  

KOP Balap Sepeda UNJ Bersinar di Indonesia Cup 2026, Sabet Emas dan Perak

UNJ Gelar TOT PEKERTI dan AA Berbasis Hibrid untuk Tiga Perguruan Tinggi Mitra

Prestasi Membanggakan! KOP Selam UNJ Sabet 14 Medali di Banten Finswimming Festival 2026

Jakarta, Humas UNJ – Program Kuliah dosen tamu dari Prodi Pendidikan Elektronika, Fakultas Teknik (FT) UNJ pada sesi kedua melakukan diskusi penguatan kurikulum akademik bersama Prof. Lai Chin Wei dari Nanotechnology and Catalysis Research Center Universiti Malaya dan Prof. Goh Boon Tong dari Department of Physics, Faculty of Scince, Universiti Malaya di Gedung SFD, Kampus A UNJ pada 6 Mei 2026.

Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FT UNJ, Himawan Hadi Sutrisno dalam sambutannya mengatakan diskusi penguatan kurikulum dilakukan dalam rangka menjembatani masukan atas pengalaman pelaksanaan kurikulum dari Universiti Malaya dan UNJ. Menurutnya kurikulum yang penting dapat diadopsi dan menjadi masukan bagi Prodi Pendidikan Elektronika ke depannya.

“Semua peserta dari Prodi dan juga GPjM diharapkan dapat menjadi masukan untuk penguatan kurikulum apa yang baik dari mereka dan apa yang baik dari kita bisa diserap agar kurikulum prodi ini semakin baik ke depannya,” katanya.

Himawan juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya internasionalisasi bagi prodi Pendidikan Elektronika.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Goh Boon Tong dari Department of Physics, Faculty of Scince Universiti Malaya memaparkan materi bertema “Program mobility”. Menurutnya program mobility mencangkup banyak program turunan terutama pada aspek student mobility.

“Melalui program student mobility kami juga melakukan program inbound dan outbound mahasiswa ke berbagai negara,” katanya.

Menurutnya program tersebut diharapkan memberi para pelajar wawasan dan pengalaman serta penguatan kebudayaan melalui berbagai program kolaborasi. Prof. Goh Boon Tong mengatakan adapun program lain dalam mobilitas seperti co-supervision, riset bersama jangka pendek baik 7 hari maupun 3 bulan antara peneliti dan juga mahasiswa, program pelatihan online, workshop dan kursus, symposium bersama serta melaksanakan konferensi internasional.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menambahkan bahwa berkaca dari Universiti Malaya dalam menempuh prestasi akademik, Universiti Malaya melaksanakan program penguatan internasional melalui MoU/MoA maupun kesepakatan riset dengan berbagai Perguruan Tinggi dunia.

Selain itu Prof. Lai Chin Wei dari Nanotechnology and Catalysis Research Center Universiti Malaya memberi paparan juga mengenai program mobility. Pada kesempatan ini, Prof. Lai Chin Wei mengajak para peserta yang dihadiri oleh Tim Penjaminan Mutu FT (GPjM), Prodi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan dan Gedung, Prodi D4 Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, maupun S1 Pendidikan Teknik Bangunan untuk melakukan diskusi penguatan kurikulum.

Pada sesi ini Prof. Lai Chin Wei memulai paparannya berdasarkan pengalaman Universiti Malaya dalam menempuh prestasi baik nasional dan internasional. Menurutnya ada beberapa target dan pencapaian dari UM dalam banyak hal, salah satunya melalui inisiatif penelitian yang didukung pemerintah, keanggotaan fakultas yang luas dan memiliki banyak program kolaboratif.

“Program kolaboratif memberi banyak dampak positif terhadap kemajuan UM,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa UM menerapkan program student mobility baik ke dalam maupun ke luar UM.

“Student mobility juga berdampak bagi pengembangan inovasi dan pengalaman para pelajar,” katanya.

Menganggapi paparan tersebut, Prof. Soeprijanto yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Elektronika mengatakan bahwa prodinya saat ini mengalami ketertinggalan riset teknologi khususnya pada bidang nano. Menurutnya hal ini menjadi tantangan bagi Prodi Pendidikan Elektronika untuk mendalami hal itu.

Ia berharap melalui kolaborasi ini UNJ dan UM dapat terus berkolaborasi dalam berbagai hal seperti riset bersama, pertukaran dosen dalam rangka membangun tradisi akademik yang baik.

“Saat ini pengembangan kurikulum OBE di UNJ bisa diintegrasikan dalam kerja sama penguatan kurikulum bersama,” katanya.

Pada kesempatan itu dirinya mengajak UM untuk bersama membangun ekosistem riset bersama untuk mendalami tentang nanoteknologi. “Poinnya riset, program jangka pendek, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Prof. Goh Boon Tong dan Prof. Lai Chin Wei menyambut baik usulan tersebut dan mengajak Prodi Pendidikan Elektronika untuk mempersiapkan program tersebut baik dalam bentuk workshop dan monitoring berkelanjutan ke depannya.

“Kita bisa lakukan workshop dan memang nano memiliki banyak produk turunan dan sangat penting untuk dikembagkan di UNJ,” kata Prof. Lei Chin Wei.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis FT UNJ dalam memperkuat kurikulum akademik berbasis kolaborasi internasional sekaligus mendorong percepatan pengembangan riset dan inovasi di bidang teknologi. Melalui sinergi dengan Universiti Malaya, diharapkan Prodi Pendidikan Elektronika UNJ mampu menghadirkan kurikulum yang adaptif, relevan dengan perkembangan global, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem akademik yang unggul dan berdaya saing internasional.