UNJ Gelar TOT PEKERTI dan AA Berbasis Hibrid untuk Tiga Perguruan Tinggi Mitra

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Benchmarking ke UKM Malaysia, FPsi UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Hadirkan Pakar dari UM, FT UNJ Diskusikan Penguatan Kurikulum Akademik

KOP Balap Sepeda UNJ Bersinar di Indonesia Cup 2026, Sabet Emas dan Perak

Prestasi Membanggakan! KOP Selam UNJ Sabet 14 Medali di Banten Finswimming Festival 2026

FIKK UNJ Terima Kunjungan Studi Banding HIMA KFO UPI

FMIPA UNJ Berkolaborasi dengan Sudin Pendidikan Jakarta Pusat dan Pueblo Science Gelar Workshop International Robotika

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) terus memperluas kiprahnya dalam peningkatan kualitas pendidik nasional. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) bagi tiga perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN).

Acara pembukaan dilaksanakan secara daring pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Rektor UNJ, Prof. Ifan Iskandar beserta jajaran pimpinan dari universitas mitra.

Dalam penyampaian laporan kegiatannya, Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, mengutarakan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan ketiga perguruan tinggi mitra yang telah bersedia menjalin kerja sama dengan UNJ. Ia menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap program pelatihan UNJ saat ini sangat tinggi.

“Saat ini BP3 UNJ sedang berada pada fase yang cukup padat menangani pelatihan. Dengan adanya aturan-aturan baru, kami saat ini memfasilitasi sekitar delapan perguruan tinggi. Ini merupakan wujud kerja sama yang berharga dan harus terus dipertahankan agar berjalan dengan baik ke depannya,” ungkap Prof. Johansyah.

Lebih lanjut, Prof. Johansyah memaparkan rincian teknis pelaksanaan. Kegiatan TOT ini diikuti oleh 41 peserta, dengan rincian 16 dosen dari UIKA Bogor, 15 dosen dari UAD Yogyakarta, dan 10 dosen dari POLBAN. Pelatihan didesain dengan format hibrid, menggabungkan dua hari sesi daring secara bersama-sama, dan satu hari sesi luring di universitas masing-masing untuk melaksanakan praktik mengajar.

Menyambung laporan tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Rektor UNJ, Prof. Ifan Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga universitas mitra yang telah mempercayakan UNJ sebagai fasilitator.

“Terima kasih telah memilih UNJ sebagai mitra. Kami memposisikan diri bukan sebagai pengajar bagi Bapak dan Ibu, melainkan sebagai fasilitator untuk berdiskusi secara mikro dan berbagi pengalaman. Mudah-mudahan melalui diskusi ini, ada hal-hal baru yang bisa kita tumbuhkan bersama di universitas kita masing-masing,” tutur Prof. Ifan.

Prof. Ifan juga menyoroti dinamika pendidikan tinggi yang menuntut adanya pembaruan dan pemutakhiran secara terus-menerus. Ia berharap kegiatan ini berjalan interaktif sehingga UNJ pun bisa mendapatkan masukan yang membangun dari para peserta.

Terkait dengan kebijakan baru dan adaptasi teknologi, Prof. Ifan mengungkapkan adanya rencana transformasi digital untuk pelatihan dosen ke depannya. “Pelatihan-pelatihan selanjutnya, apakah itu PEKERTI, AA, atau TOT, sebagian besarnya nanti akan dilakukan menggunakan platform digital melalui Massive Open Online Courses (MOOC) seperti yang disinggung Prof. Johansyah tadi. Mudah-mudahan dengan platform apa pun, kita tetap bisa mempertahankan kualitas pelaksanaannya,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas dosen secara berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi mitra. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi instruksional para peserta, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dan praktik terbaik antar institusi.