JAKARTA, Humas UNJ – Sebanyak 135 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti Seleksi Tahap 1 Pemilihan Duta Universitas Negeri Jakarta Periode 2026. Para peserta merupakan mahasiswa aktif UNJ yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Kegiatan seleksi tahap satu dilaksanakan di Gedung Syafei pada Senin (21/9/26).
Kepala Divisi Layanan Informasi Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ, Wina Puspita Sari menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani mengambil bagian dalam proses pemilihan Duta UNJ 2026.
“Menjadi Duta UNJ bukan hanya tentang kemampuan untuk tampil dan berkomunikasi dengan baik, tetapi juga tentang kesiapan menjadi representasi positif dari UNJ serta mampu menjalankan setiap penugasan dengan tepat, santun, dan bertanggung jawab,” ujar Wina.
Ia berharap peserta dapat menunjukkan potensi terbaik selama mengikuti Seleksi Tahap 1, baik dari sisi wawasan, komunikasi, kreativitas, maupun karakter. Peserta juga diharapkan menjalani seluruh proses dengan percaya diri, jujur, dan tetap menjadi diri sendiri.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Duta UNJ sekaligus Duta UNJ Angkatan 2025, Luthfi Khairullah, menjelaskan bahwa Pemilihan Duta UNJ merupakan ajang tahunan yang bertujuan mencari mahasiswa yang mampu menjadi sosok representatif dan wajah inspiratif UNJ dalam berbagai bidang, termasuk akademik, sosial, dan budaya.
Menurutnya tahun ini, Pemilihan Duta UNJ mengusung tema “Senandung Alam di Tanah Pusaka”. Tema tersebut mencerminkan harmoni antara kekayaan alam dan warisan budaya Indonesia, sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam menjaga identitas serta nilai-nilai luhur bangsa.
“Dari ratusan pendaftar yang merupakan mahasiswa aktif UNJ dari semester 1 hingga semester 7, semuanya telah melalui tahap seleksi pemberkasan yang ketat. Pada hari ini sebanyak 135 peserta terbaik yang lolos seleksi administratif akan melanjutkan perjuangan mereka ke Seleksi Tahap 1,” jelas Luthfi.
Dalam Seleksi Tahap 1, peserta mengikuti tiga pos evaluasi yang dirancang untuk mengukur berbagai kemampuan dan karakter calon Duta UNJ. Ketiga pos tersebut meliputi Pos Potensi Dasar, Pos Universitas, dan Pos Focus Group Discussion (FGD).
Luthfi menyampaikan bahwa Pos Potensi Dasar berfokus pada psikologi dasar untuk melihat potensi dan karakter masing-masing calon Duta UNJ. Sementara itu, Pos Universitas digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta terkait UNJ.

Ia menambahkan adapun Pos FGD diarahkan untuk melihat kemampuan peserta dalam bekerja sama dalam tim, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta merespons persoalan melalui proses diskusi kelompok.
Ketiga pos tersebut menjadi bagian dari proses penyaringan peserta sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya. Dari 135 peserta yang mengikuti Seleksi Tahap 1, akan dipilih 60 peserta terbaik untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Luthfi mengapresiasi jajaran pimpinan Kantor Humas dan Informasi Publik serta para dewan juri yang terlibat dalam proses seleksi. Menurutnya, keberadaan dewan juri memiliki peran penting dalam memberikan penilaian terhadap peserta secara objektif dan adil.
Salah satu dewan juri, Asep Sugiarto, yang juga merupakan dosen Program Studi Humas dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, yang pernah menjabat sebagai Kepala Humas UNJ, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan keberanian sebagai salah satu hal penting bagi mahasiswa yang mengikuti pemilihan Duta UNJ.
Menurut Asep, Duta UNJ merupakan representasi atau wajah universitas. Karena itu, keberanian untuk mengikuti proses seleksi menjadi bagian penting dari perjalanan peserta.
“Duta adalah wajah UNJ. Menjadi duta adalah keberanian dan menjadi duta akan memberi manfaat tersendiri ke depannya,” ungkap Asep.
Para dewan juri dalam Seleksi Tahap 1 juga melibatkan alumni Duta UNJ sekaligus dosen prodi Psikologi. Mereka memberikan penilaian terhadap peserta melalui sejumlah aspek yang telah ditentukan dalam masing-masing pos seleksi.
Seleksi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proses untuk menentukan peserta yang melaju ke tahap berikutnya, tetapi juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, wawasan, kerja sama, kepemimpinan, dan karakter.
Kepada seluruh peserta, Luthfi mengingatkan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan potensi terbaik, integritas, serta karakter sebagai mahasiswa UNJ. Proses seleksi juga diharapkan menjadi pengalaman yang berharga bagi pengembangan diri peserta, terlepas dari hasil yang diperoleh.
Seleksi Tahap 1 Pemilihan Duta UNJ 2026 menjadi bagian dari proses untuk menjaring mahasiswa yang memiliki potensi, wawasan, kemampuan komunikasi, serta karakter yang mampu merepresentasikan UNJ secara positif. Melalui rangkaian seleksi yang objektif dan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan Duta UNJ yang inspiratif, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, integritas, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi.