Lewat Program EQUITY, UNJ dan University of Batangas Perkuat Kompetensi Guru BK Deteksi Dini Kesehatan Mental Murid

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Lewat Program EQUITY, UNJ dan University…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Edufest 2026 UNJ Hadirkan Lomba Cerdas Cermat bagi Pelajar SMP Se-Jabodetabek

UNJ Lantik 31 Pejabat Fungsional untuk Perkuat Kinerja dan Tata Kelola Universitas

FT UNJ Gelar ERIC 2026 sebagai Ajang Inovasi Elektronika dan Robotika Tingkat Internasional

Dukung Pembentukan Karakter, Mahasiswa PPG Prajabatan UNJ Dibekali Kapasitas Kepramukaan

Dua Akademisi FMIPA UNJ Perkuat Jejaring Global di ICABB 2026 Türkiye

JAKARTA, Humas UNJ — Kemampuan mengenali perubahan kondisi psikologis murid menjadi salah satu bekal penting bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Deteksi sejak dini dapat membantu sekolah memberikan pendampingan sebelum persoalan yang dihadapi murid berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Tim Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama University of Batangas, Filipina, melalui workshop “Deteksi Kesehatan Mental Murid sebagai Upaya Peningkatan School Readiness untuk Guru BK SMK di Jakarta Timur”. Kegiatan yang merupakan bagian dari program EQUITY dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Internasional tersebut digelar di Aula SMK Negeri 26 Jakarta, 9 Juli 2026.

Workshop diikuti guru BK dari sejumlah SMK di Jakarta Timur. Kegiatan dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengenali kondisi psikologis dan emosional peserta didik sekaligus meningkatkan kesiapan sekolah dalam memberikan layanan pendampingan.

Ketua tim pelaksana, Dewi Justitia, mengatakan kolaborasi antara UNJ dan University of Batangas memiliki arti penting dalam memperkuat kapasitas guru BK dalam mendukung kesehatan mental murid.

“Kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta bersama University of Batangas ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas guru SMK dalam meningkatkan kesehatan mental murid, baik dari aspek akademik, emosional, maupun sosial agar memiliki kesiapan sekolah (school readiness) yang tinggi saat menyambut tahun ajaran baru di sekolahnya masing-masing,” ujar Dewi.

Dalam kegiatan tersebut, Alvin Ryan A. Dizon dan Catherine G. Javier dari University of Batangas membagikan perspektif mengenai penerapan layanan kesehatan mental berbasis sekolah di Filipina. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk melihat pendekatan layanan kesehatan mental dalam konteks pendidikan yang lebih luas.

Kegiatan juga melibatkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur serta Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMK Wilayah Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I M. Fahmi mengapresiasi kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi guru BK di sekolah.

Materi workshop menekankan bahwa deteksi dini tidak dimaksudkan untuk memberikan diagnosis kepada murid. Guru BK justru diarahkan untuk mengenali tanda-tanda awal yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.

Peserta diperkenalkan pada sejumlah indikator yang dapat diamati dalam keseharian, seperti perubahan perilaku, kemampuan mengelola emosi, hubungan sosial dengan teman sebaya dan guru, motivasi mengikuti pembelajaran, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Guru juga diperkenalkan pada penggunaan instrumen skrining sederhana untuk membantu mengidentifikasi murid yang membutuhkan dukungan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan preventif sekaligus membantu guru menentukan langkah pendampingan secara lebih tepat.

Materi juga disampaikan oleh Iriani Indri Hapsari dan Santi Yudhistira dari Fakultas Psikologi UNJ. Melalui diskusi dan studi kasus, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental murid tidak hanya berkaitan dengan persoalan yang muncul, tetapi juga dengan faktor pelindung dan potensi yang dapat mendukung perkembangan mereka.

Kolaborasi dengan akademisi University of Batangas memberikan tambahan perspektif internasional mengenai pengembangan layanan kesehatan mental berbasis sekolah. Salah satu penekanan dalam kegiatan adalah pentingnya membangun budaya sekolah yang mendukung kesejahteraan psikologis melalui komunikasi positif, penguatan keterampilan sosial dan emosional, serta kerja sama antara guru BK, guru mata pelajaran, orang tua, dan pihak sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, tim community development UNJ juga membagikan booklet asesmen deteksi dini kesiapan sekolah sebagai panduan bagi guru BK SMK di Jakarta Timur.

Selain workshop, kegiatan menghasilkan sejumlah luaran, antara lain modul pelatihan deteksi dini kesehatan mental dan school readiness murid SMK, poster, video profil, publikasi media massa, serta artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UNJ dan University of Batangas berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru BK dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mendukung terbentuknya layanan bimbingan dan konseling yang lebih preventif dan responsif terhadap kebutuhan murid.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya diharapkan mampu merespons persoalan psikologis murid, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kesiapan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.