Festival Makanan Nusantara UNJ Angkat Tradisi Botram Sunda sebagai Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Prestasi
  4. »
  5. Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ SiapTerapkan E-SPPD untuk Administrasi Perjalanan Dinas Menjadi Lebih Efisien

Prodi PGSD FIP UNJ Bedah Buku Prof. Otib Satibi Hidayat tentang Inspirasi Pendidikan Jepang

Prodi PAUD FIP UNJ Perkuat Riset dan Kurikulum Lewat Rangkaian Kegiatan Akademik Internasional

Prodi Sastra Indonesia FBS UNJ Dorong Penguatan Bahasa Betawi Lewat Simposium Kebudayaan Menuju Lima Abad Jakarta

Raih Gelar Doktor, Dosen FBS UNJ Tawarkan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jepang Berbasis Pemahaman Lintas Budaya

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Festival Makanan Nusantara bertajuk “Botram Reimagine: Harmoni Rasa dari Bumi Pasundan” sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang terlaksana di Aula Bung Hatta, Kampus UNJ pada rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa semester dua Prodi Pendidikan Tata Boga untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan kuliner khas Sunda melalui konsep tradisi makan bersama atau botram.

Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga sekaligus pengampu Mata Kuliah Pengolahan Makanan Nusantara, Annis Kandriasari, menjelaskan bahwa festival ini merupakan proyek keempat yang diselenggarakan dalam mata kuliah tersebut. Seluruh sajian yang ditampilkan merupakan menu khas Sunda yang dikemas dengan konsep yang lebih modern.

“Biasanya konsep botram dilakukan dengan makan bersama secara lesehan, namun pada festival kali ini kami menghadirkannya dalam penyajian di meja makan tanpa menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas tradisi tersebut,” ujarnya.

Annis menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum OBE yang menekankan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, proyek ini menjadi pengalaman pertama mahasiswa dalam mengelola sebuah kegiatan pembelajaran berbasis proyek secara menyeluruh.

Ia mengapresiasi kerja keras mahasiswa semester dua yang mampu menunjukkan koordinasi dan kolaborasi yang baik mulai dari tahap perencanaan, diskusi bersama tim dosen, konsultasi, hingga pelaksanaan kegiatan.

“Saya mengapresiasi para mahasiswa karena prosesnya sangat rapi, koordinasinya baik, dan mereka bekerja dengan kompak. Meskipun masih terdapat beberapa keterbatasan, termasuk dari sisi peralatan, seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menciptakan pembelajaran yang benar-benar nyata,” katanya.

Annis berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi proyek-proyek pembelajaran pada mata kuliah lainnya sehingga mereka semakin terbiasa bekerja secara kolaboratif dan profesional.

Sementara itu, Direktur Akademik, Agung Premono, menyampaikan bahwa Festival Makanan Nusantara merupakan bentuk nyata komitmen UNJ dalam melestarikan budaya kuliner Indonesia melalui pendidikan tinggi.

Menurutnya, tema “Botram Reimagine: Harmoni Rasa dari Bumi Pasundan” dipilih sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi makan bersama masyarakat Sunda melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum Outcome Based Education yang mengintegrasikan praktik tata boga dengan nilai-nilai budaya lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk lebih peduli sekaligus berkontribusi dalam menjaga warisan kuliner Indonesia,” ungkap Agung.

Ia juga menyoroti semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap kekayaan kuliner Nusantara, termasuk tradisi botram, di tengah pesatnya perkembangan makanan instan dan budaya konsumsi modern. Sehingga menurutnya mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen pelestari budaya dengan memperkenalkan kembali makanan Nusantara kepada masyarakat melalui berbagai inovasi dan kegiatan akademik.

Melalui Festival Makanan Nusantara ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan mengolah makanan tradisional, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim, manajemen proyek, komunikasi, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan yang kompeten sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat luas.