Jakarta, Humas UNJ – Suasana khidmat prosesi Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi Kedua di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berubah menjadi panggung kebudayaan yang memukau. Di tengah deretan toga dan haru kebahagiaan, Tarian Nindak Ondel hadir menyulut semangat, menghadirkan warna khas Betawi yang begitu hidup pada Selasa, 14 April 2026.
Tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas budaya yang kuat. Terinspirasi dari seni ondel-ondel Betawi sebuah boneka raksasa berbahan anyaman bambu yang sarat makna simbolik.

Tarian ini menceritakan karakter ondel putri dengan lenggak-lenggok gerak yang anggun sekaligus enerjik. Setiap lenggak-lenggoknya mengingatkan pada penari topeng Betawi yang piawai memikat perhatian, seolah Tengah menunjukan kebolehannya dalam menari.
Diciptakan pada tahun 2013 untuk ajang internasional SEA Games XXIII di Nay Pyi Taw, Myanmar, tarian ini merupakan hasil kolaborasi para seniman berbakat. Koreografi digarap oleh B. Kristiono Soewardjo, dengan sentuhan musik dari Joko Suko Sadono, aransemen oleh RM. Aditya Adriyanto, serta kostum memikat karya Iriena Prinka. Perpaduan unsur gerak, musik, dan visual menghadirkan harmoni yang tak hanya estetis, tetapi juga sarat makna budaya.
Penampilan Nindak Ondel di panggung wisuda menjadi lebih dari sekadar pertunjukan, melainkan simbol kebanggaan, pengingat akan budaya di tengah capaian akademik. Di momen sakral penuh harapan ini, tarian tersebut seakan menyampaikan pesan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan merayakan identitas bangsa.
Dengan energi yang mengalir dari setiap gerakan, Nindak Ondel sukses memberi semangat baru bagi para wisudawan. Tarian ini turut menyulut antusiasme seluruh orang yang hadir dalam GOR dengan penampilan yang menghibur serta memberi makna tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.
