
Mappi, Humas UNJ – Komitmen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas hingga ke pelosok negeri kembali diwujudkan melalui perjuangan tim dosen yang bertugas dalam Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026. Demi memastikan para pendidik di wilayah terpencil memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi, tim dosen UNJ harus menghadapi perjalanan panjang dan penuh tantangan menuju Kampung Senggo, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
Pelatihan yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di SMP Negeri Citak Mitak, yang menjadi pusat pelatihan bagi kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah di wilayah Distrik Citak Mitak.
Tim dosen UNJ yang bertugas di klaster Senggo terdiri atas Daryanto, dan Suyuti sebagai fasilitator jenjang SMA, Aan Wasan, dan Tunjungsari Sekaringtyas untuk jenjang SMP, Anggi Citra Apriliani dan Taofik untuk jenjang SD, serta Muh. Takdir dan Linda Ika Mayasari sebagai fasilitator penguatan kompetensi kepala sekolah. Kegiatan juga didukung oleh Agung Gumelar dan Muhammad Roiz Hamidun yang bertugas memastikan kelancaran operasional dan dukungan teknis selama pelaksanaan pelatihan.

Untuk mencapai Kampung Senggo, tim harus menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam menggunakan speed boat, menyusuri jalur sungai yang menjadi akses utama menuju Distrik Citak Mitak. Perjalanan tersebut tidak berlangsung mulus. Di tengah perjalanan, laju perahu terhambat oleh rimbunnya tebu rawa yang menutupi sebagian jalur sungai sehingga memperlambat perjalanan.
Tantangan semakin berat ketika mesin speed boat mengalami kerusakan dan mendadak mati di tengah perjalanan. Kondisi tersebut memaksa rombongan berhenti sementara untuk melakukan perbaikan sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan. Akibat kendala tersebut, tim dosen mengalami keterlambatan sekitar dua jam sebelum akhirnya tiba dengan selamat di Dermaga Senggo.
Meski menghadapi berbagai hambatan transportasi dan kondisi alam yang tidak mudah, semangat pengabdian para dosen UNJ tidak pernah surut. Bagi mereka, setiap tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk memastikan bahwa para pendidik di wilayah terpencil memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas kompetensinya.
Setibanya di SMP Negeri Citak Mitak, kelelahan selama perjalanan terbayar oleh sambutan hangat dan antusiasme para kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah yang telah menanti pelaksanaan pelatihan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat tinggi, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengajar, serta mengeksplorasi berbagai strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi pendidikan di daerah.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif sesuai kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Para peserta memperoleh penguatan mengenai kepemimpinan sekolah, strategi pembelajaran inovatif, asesmen pembelajaran, pengelolaan sekolah, penguatan karakter peserta didik, hingga pemanfaatan teknologi pendidikan yang dapat diadaptasi dengan kondisi sekolah di wilayah terpencil.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa perjuangan tim dosen menuju Senggo menjadi bukti nyata komitmen UNJ dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
“Perjalanan menuju Senggo memperlihatkan bahwa pengabdian kepada dunia pendidikan membutuhkan dedikasi, keberanian, dan semangat melayani. Berbagai tantangan yang dihadapi tim dosen tidak mengurangi tekad mereka untuk berbagi ilmu dan meningkatkan kompetensi para pendidik. Inilah wujud nyata komitmen UNJ dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah-wilayah terpencil Indonesia,” ujar Prof. Ifan Iskandar.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menegaskan bahwa kolaborasi UNJ dengan Pemerintah Kabupaten Mappi merupakan bentuk sinergi strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari semangat kolaborasi yang mampu menjangkau daerah-daerah dengan akses yang sulit. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang dibagikan para dosen UNJ dapat meningkatkan kapasitas kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mappi,” ungkap Rahmat Darmawan.
Pelaksanaan pelatihan di Kampung Senggo menjadi bukti bahwa keterbatasan akses transportasi dan tantangan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu. Justru di tengah kondisi tersebut, semangat berbagi pengetahuan dan membangun kapasitas pendidik semakin menunjukkan arti penting kehadiran perguruan tinggi bagi masyarakat.
Melalui dedikasi para dosennya, UNJ kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif menjawab tantangan pembangunan pendidikan nasional. Perjalanan panjang menyusuri sungai, menghadapi rimbunnya tebu rawa, hingga mengatasi kerusakan mesin speed boat menjadi simbol keteguhan UNJ dalam memastikan bahwa setiap pendidik, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkeadilan.