Tingkatkan Angka Harapan Hidup, Dosen FIKK UNJ Bekali Lansia Jatinegara Kaum dengan Edukasi Kesehatan dan Kebugaran

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Rektor UNJ Jadi Narasumber Forum Diskusi…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Upacara Hardiknas 2026, Semangat Kebinekaan Hadir Lewat Pakaian Adat

Panitia UNJ Sukses Laksanakan UTBK-SNBT 2026 dengan Lancar dan Tertib untuk Hadirkan Seleksi Berintegritas

Jumlah Peserta Meningkat Signifikan, UNJ Sukses Tuntaskan UTBK-SNBT 2026 dengan Lancar dan Tertib

Resonansi Mandela di Papua Selatan: Senjata Pendidikan dari Bupati Mappi

Berakit-rakit dari Rawa Mappi, Berenang-renang Kami Gapai Mimpi

Jakarta, Humas UNJ – Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan Kampung Jatinegara Kaum pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup para orang lanjut usia (lansia) yang berlokasi di Kebun KTH 5 Kampung Jati Negara Kaum, Jakarta Timur.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, menjelaskan bahwa selain dirinya yang turut berpartisipasi, kegiatan tersebut juga melibatkan lima pengabdi lain, yaitu Kuswahyudi selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FIKK UNJ, serta para dosen FIKK UNJ yakni Ruliando Hasea Purba, Dena Widyawan, Nadya Dwi Oktafiranda, dan Ela Yuliana.

Menurut Yasep, fokus pengabdian kepada lansia menjadi penting diperhatikan. Pasalnya jumlah lansia di Indonesia terbilang tinggi dan perlu mendapatkan bekal pola hidup sehat guna menunjang produktifitas mereka terutama di Kampung Jatinegara Kaum dalam berkebun.

Dalam paparannya mengenai “Edukasi Pemilihan Makanan Bergizi Seimbang untuk Mendukung Kesehatan dan Aktivitas Fisik Lansia”, Yasep memberikan pemahaman mengenai pengenalan nilai gizi bagi lansia, pentingnya aktivitas fisik, serta pengukuran tingkat kebugaran.

“Jumlah lansia di Indonesia saat ini berkisar 11 persen dari total masyarakat Indonesia. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif agar para lansia lebih sehat dan sejahtera,” ujar Yasep.

Ia menambahkan, materi pengabdian tidak hanya berupa konsep dan teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta dapat memahami sekaligus menerapkan ilmu yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para lansia aktif bertanya, berdiskusi, serta mengikuti setiap sesi pelatihan.

Sementara itu, Kuswahyudi menyampaikan bahwa sasaran kegiatan kepada kalangan lansia didasarkan pada pentingnya peningkatan angka harapan hidup yang sehat bagi lansia di Indonesia.

“Oleh sebab itu kami memberikan pembekalan kepada lansia agar mereka bisa tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kuswahyudi juga menyampaikan materi mengenai “Pengukuran Kebugaran Jasmani Melalui Aplikasi SIPGAR”, aplikasi yang dikembangkan Kementerian Kesehatan bersama dirinya sebagai tim ahli untuk mengukur tingkat kebugaran masyarakat dari usia sekolah, dewasa, hingga lansia.

Ia berharap semakin banyak lansia memahami tingkat kebugarannya sehingga lebih peka terhadap kondisi fisik dan dapat memilih program latihan yang aman.

Materi lain disampaikan oleh Dena Widyawan melalui tema “Pelatihan Pemanfaatan Kebun Agroeduwisata untuk Kebugaran dan Kesehatan Lansia KTH Rumah Kaum”. Menurutnya, aktivitas berkebun memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat menjadi terapi hortikultura.

“Berkebun dapat mengurangi stres, kecemasan, meningkatkan suasana hati, mengalihkan pikiran negatif, serta mengurangi rasa kesepian pada lansia,” ungkap Dena.

Menurutnya banyak manfaat kesehatan yang dapat diraih melalui aktifitas berkebun melalui latihan ringan pada gerakan berkebun yang dapat dilakukan oleh lansia terutama di KTH Kaum Jayakarta.

Dokter Ruliando Hasea Purba turut memberikan materi “Pencegahan dan Pengobatan Osteoarthritis Lutut Pada Lansia”. Ia menjelaskan penyebab, gejala, hingga langkah pencegahan dan pengobatan osteoarthritis agar lansia tetap nyaman beraktivitas.

Selain itu, Nadya Dwi Oktafiranda membawakan materi “Pelatihan Self Myofascial Release dalam Menjaga Kesehatan Muskuloskeletal pada Lansia.” Ia menjelaskan bahwa metode tersebut dapat membantu mengatasi gangguan nyeri jaringan lunak tubuh akibat penggunaan tubuh yang kurang tepat.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup lansia agar tetap mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ela Yuliana menyampaikan materi “Pelatihan Program Pemulihan Fisik Berbasis Rumah untuk Menunjang Kesehatan dan Produktivitas Bertani Lansia”. Ia menekankan pentingnya pemulihan tubuh dari kelelahan setelah beraktivitas, terutama bagi lansia yang aktif berkebun.

Ela juga mengajarkan gerakan sederhana pemanasan tubuh yang dapat dilakukan saat bangun tidur, setelah beraktivitas, maupun sebelum tidur guna menjaga kebugaran dan kualitas tidur.

Raden Dedy Rachmadi, tokoh muda dan Pembina KTH Rumah Kaum Jayakarta menyebutkan bahwa pemberdayaan kepada lansia di Jatinegara Kaum menjadi sangat penting. Menurutnya melalui kegiatan ini para lansia mendapatkan literasi hidup sehat dari mulai memahami pola konsumsi, aktfitias fisik, jenis olahraga, maupun cara pemanasan ringan bagi lansia baik setelah bangun tidur, beraktifitas, hingga akan tidur kembali.

“Kita harus memahami bahwa ada batas tertentu dalam tubuh yang harus dipahami terutama bagi lansia ditambah ada aplikasi juga untuk mengukur kebugaran bagi lansia yang sangat berguna,” katanya.

Dirinya mengapresiasi seluruh tim pengabdian dari FIKK UNJ atas kontribusi nyatanya keapda masyarakta Jatinegara Kaum dan berharap terus berkolaborasi membangun Masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud implementasi tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung. Sejalan dengan kebijakan Kementerian melalui program Kampus Berdampak, UNJ berupaya memastikan setiap aktivitas akademik mampu memberi kontribusi positif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.