
Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui kantor Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi terus memperkuat budaya riset yang berdampak melalui penyelenggaraan “Workshop Penguatan Proposal Riset Terapan Berbasis Design Thinking dalam Mendukung Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Inovasi Dosen UNJ” pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 6 Gedung M. Syafe’i UNJ ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Workshop ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan menghadirkan Susalit Setya Wibowo, S.Si., M.T., Ketua Kelompok Riset Design Produk dan Teknologi Proses sekaligus Peneliti BRIN, sebagai narasumber utama. Kegiatan diikuti oleh dosen dan perwakilan berbagai unit di lingkungan UNJ yang memiliki komitmen untuk mengembangkan riset terapan dan inovasi berbasis kebutuhan pengguna.
Pelaksanaan workshop merupakan bagian dari upaya UNJ dalam membangun ekosistem riset yang semakin kuat, produktif, dan berorientasi pada hilirisasi. Di tengah tuntutan agar hasil penelitian perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri, kemampuan merancang riset yang aplikatif menjadi kompetensi yang semakin penting bagi para peneliti.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diminta membawa proposal riset yang sedang atau akan dikembangkan untuk dibahas secara langsung selama sesi workshop. Melalui pendekatan Design Thinking, para peserta diajak mengevaluasi dan menyempurnakan rancangan penelitian mereka dengan berfokus pada kebutuhan pengguna serta potensi implementasi hasil riset di dunia nyata.
Metode Design Thinking dipilih karena dinilai mampu membantu peneliti memahami persoalan secara lebih komprehensif dan menghasilkan solusi yang lebih relevan. Pendekatan ini menempatkan pengguna sebagai pusat proses inovasi sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi produk, layanan, maupun teknologi yang bermanfaat.
Selama workshop, peserta mempelajari sekaligus mempraktikkan lima tahapan utama Design Thinking, yaitu Empathize, Define, Ideation, Prototype, dan Testing. Melalui tahapan tersebut, peserta diajak menggali kebutuhan pengguna, mengidentifikasi permasalahan yang sesungguhnya, merumuskan berbagai alternatif solusi, mengembangkan purwarupa, hingga menyusun strategi pengujian dan validasi.
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan berbagai diskusi, simulasi, dan pendampingan terhadap proposal yang dibawa peserta. Pendekatan ini memungkinkan para dosen dan peneliti memperoleh masukan langsung mengenai cara meningkatkan kualitas proposal agar lebih siap menuju tahap implementasi dan pengembangan inovasi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen UNJ untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui workshop ini, kami berharap dosen dan peneliti UNJ mampu mengembangkan proposal riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan, aplikatif, dan berpotensi untuk dihilirisasi menjadi produk inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, industri, maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Prof. Fahrurrozi.
Menurutnya, penguatan kualitas proposal riset menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi dalam bidang riset dan inovasi.
Sementara itu, narasumber dari BRIN, Susalit Setya Wibowo, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa Design Thinking merupakan pendekatan yang efektif dalam menjembatani kebutuhan pengguna dengan proses pengembangan teknologi dan inovasi.
“Design Thinking membantu peneliti untuk tidak hanya berangkat dari asumsi teknis, tetapi juga memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam. Dengan demikian, solusi yang dirancang dapat lebih relevan, tepat sasaran, dan memiliki peluang implementasi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa banyak inovasi gagal diterapkan bukan karena lemahnya aspek teknologi, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, pendekatan yang berpusat pada manusia menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UNJ berharap para dosen dan peneliti semakin siap menghasilkan proposal riset terapan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki potensi hilirisasi yang tinggi. Workshop ini juga menjadi bagian dari strategi universitas dalam mendorong transformasi riset dari sekadar menghasilkan pengetahuan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Kolaborasi antara UNJ dan BRIN ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam membangun ekosistem inovasi yang produktif. Dengan dukungan berbagai pihak, UNJ terus berkomitmen mendorong lahirnya penelitian yang berdampak, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.