UNJ Gelar Pelatihan Kehumasan, Jurnalistik, dan PPID Bagi Tim Humas di Lingkungan Universitas dan Fakultas

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Tingkatkan Strategi Bisnis Global, FEB UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Mutu dan Daya Saing Global, UNJ Pertahankan Status Akreditasi Unggul hingga 2027

Trilogi Pesan Rektor UNJ Saat Pelantikan OPMAWA dan ORMAWA

Perkuat Daya Saing Lulusan, FIKK UNJ Gelar Pendampingan Penyusunan Skema Sertifikasi Profesi

UNJ dan BRI Resmikan Kantor Layanan di Kampus serta Serah Terima CSR untuk Dukung Mobilitas Sivitas Akademika

UNJ Perkuat Kompetensi Dosen PPG melalui Pelatihan PEKERTI

Jakarta, Humas UNJ — Dalam rangka meningkatkan kualitas kehumasan dan pelayanan publik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Kantor Humas dan Informasi Publik menyelenggarakan pelatihan bertema “Pelatihan Kehumasan, Jurnalistik, dan PPID bagi Humas di Lingkungan Universitas Negeri Jakarta” yang berlangsung di Lantai 8, Gedung Syafei, Kampus A UNJ. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang UNJ Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran humas dalam mendukung kemajuan institusi melalui penyebaran informasi yang berkualitas.

“Humas harus memiliki nilai strategis dalam membangun citra institusi. Informasi yang disampaikan tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pesan, tetapi juga menjadi indikator dalam pemeringkatan universitas,” ujar Prof. Fahrurrozi.

Ia juga menyampaikan bahwa UNJ tengah melakukan pembenahan sistem informasi, termasuk pengembangan website satu pintu yang memungkinkan akses administrasi melalui satu akun pengguna. Sinkronisasi antarwebsite fakultas dan unit kerja menjadi prioritas untuk meningkatkan visibilitas dan efektivitas komunikasi digital.

“Website dengan visibilitas tinggi sangat penting untuk memperkuat branding dan meningkatkan peringkat UNJ,” tambahnya.

Prof. Fahrurrozi turut mengapresiasi kinerja Humas UNJ yang telah berhasil meraih predikat “Informatif” dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Ia mendorong seluruh tim humas fakultas dan pascasarjana untuk aktif memilah dan menyampaikan informasi penting melalui kanal resmi universitas.

“Informasi keseharian dapat dipublikasikan di website fakultas, sementara kegiatan strategis yang bernilai branding sebaiknya dipublikasikan oleh Humas UNJ,” jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Materi pertama disampaikan oleh Dini Safitri yang merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ yang membahas “Dasar-Dasar Jurnalistik Digital”. Ia menekankan pentingnya akurasi, ringkas, dan padat dalam penulisan berita, serta penerapan prinsip 5W+1H dan elemen branding institusi.

“Berita adalah bagian penting dari informasi publik. Media sosial, podcast, dan newsletter menjadi saluran penyebaran yang efektif,” ujarnya.

Dini juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap SEO (Search Engine Optimization) dalam pengelolaan berita di website, serta variasi gaya penulisan seperti hard news dan feature. Ia menyebutkan bahwa UNJ telah mulai mengembangkan konten feature profil dosen sebagai bagian dari strategi branding keahlian.

Materi selanjutnya mengenai “Keterbukaan Informasi Publik” yang disampaikan oleh Tya Tirta Sari selaku Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat (KIP). Ia menjelaskan bahwa hak atas informasi publik dijamin oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

“Memberikan informasi bukan sekadar pelayanan, tetapi juga pelaksanaan amanat undang-undang,” tegasnya.

Tya menambahkan bahwa pengelolaan informasi harus memperhatikan ketentuan hukum lain seperti UU HAM, UU Pelayanan Publik, UU Kearsipan, dan UU Pers. Ia menekankan bahwa penyampaian informasi tetap menjadi tanggung jawab PPID di masing-masing instansi.

“Ada informasi yang hanya boleh dilihat, tidak untuk disalin atau disebarkan. Tata cara penyampaian harus sesuai dengan ketentuan PPID,” jelasnya.

Sesi terakhir menghadirkan Doddy Zulkifli Indra Atmaja yang merupakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yang membawakan materi “Manajemen Krisis Komunikasi dan Narasi Lembaga”. Ia menjelaskan bahwa krisis komunikasi dapat terjadi akibat kesalahan pesan yang berdampak pada reputasi institusi.

“Dalam situasi krisis, diperlukan juru bicara yang mampu memutus mata rantai kesalahan informasi dan kepemimpinan yang tanggap,” ujarnya.

Doddy juga mendorong humas fakultas untuk memiliki kompetensi komunikasi dalam menghadapi potensi krisis dan menyusun narasi institusi yang kuat. Ia menekankan pentingnya SOP kerja antara humas fakultas dan universitas agar komunikasi tetap terarah dan tidak menimbulkan isu baru.

Pelatihan ini ditutup dengan simulasi dan presentasi peserta sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran humas UNJ sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi publik yang akurat dan terpercaya.