Medan, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melalui Program SMA Unggul Garuda Transformatif (SUGAR), telah sukses menyelenggarakan pelatihan riset intensif bagi siswa dan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) di SMAS Unggul Del Toba, Toba, Sumatera Utara, pada 20–21 November 2025.
Kegiatan strategis ini bertujuan utama untuk meningkatkan keterampilan ilmiah, analitis, dan kolaboratif para peserta, menjadikannya bekal krusial bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN).
Program SUGAR merupakan inisiatif penting yang termasuk dalam delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTS) yang saat ini dikawal langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. UNJ dipercaya sebagai salah satu kampus mitra pelaksana, menyelenggarakan program ini di dua sekolah percontohan, yaitu SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh dan SMAS Unggul Del Toba.

Pelatihan riset ini adalah komponen inti dari rangkaian program SUGAR yang komprehensif, mencakup: Pelatihan College Counselor dan Personal Branding, Pendampingan penulisan Personal Statement, Pengayaan program tes standar seperti IELTS dan SAT, dan Pendampingan dan tes minat-bakat.
Tim fasilitator dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, melibatkan para dosen ahli dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Teknik (FT). Para dosen yang hadir, termasuk Bapak Raharjo, Bapak Rafiudin, Bapak I. Made Astra, Bapak Han Han Dianhar, Bapak Ade Suryanda, Bapak Ade Hendarno, dan Bapak Edit Allanas, memimpin sesi pengembangan dan kolaborasi riset.

Selama dua hari, siswa-siswi SMA Unggul Del Toba mendapatkan materi fundamental mengenai Dasar-dasar Metodologi Riset Ilmiah, Penerapan Konsep STEM dalam kehidupan, dan Praktik Eksperimen Langsung untuk menanamkan pemahaman hands-on dalam proses ilmiah.
Antusiasme peserta tercermin dari respons positif yang diterima. Salah satu siswa angkatan 13 SMA Unggul Del Toba menyampaikan:
“Hari pertama kami diajarkan menggunakan matematika dasar dalam bidang fisika dan melakukan praktik fisika dengan baik. Hari kedua, kami terjun langsung melakukan eksperimen yang menuntut kami belajar bekerja sama dan berkontribusi satu sama lain. Program ini sangat bermanfaat dan menarik bagi saya karena langsung mengajarkan proses berpikir ilmiah,” ujarnya.
Melalui Program SUGAR dan pelatihan riset ini, UNJ tidak hanya berupaya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan budaya riset sejak dini. UNJ berharap dapat berperan aktif mendukung cita-cita siswa untuk bersaing di tingkat global dan mencetak generasi emas yang unggul di kancah pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.