UNJ Gelar Upacara Hari Pahlawan untuk Meneguhkan Nilai Perjuangan dan Semangat Kebangsaan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Perpustakaan UNJ pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNJ Prof. Komarudin, para wakil rektor, pimpinan lembaga, dekan, dosen, serta tenaga kependidikan.

Dalam upacara tersebut, Rektor UNJ membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam pidatonya, Menteri Sosial menekankan bahwa Hari Pahlawan merupakan momentum reflektif untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.

“Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi diri sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal,” kutip Prof. Komarudin.

Pidato tersebut juga menyoroti bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar para pahlawan, yang dilandasi oleh nilai-nilai kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Prof. Komarudin menyampaikan tiga nilai utama yang perlu diwarisi dari para pahlawan:

Kesabaran dalam perjuangan,

Semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya,

“Nilai-nilai ini adalah modal besar bagi generasi saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah menjadi kekuatan untuk meneruskan cita-cita para pahlawan,” ujarnya.

Selain itu, pidato Menteri Sosial juga menekankan pentingnya penghayatan nilai perjuangan di era kini, yang diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menghidupkan Asta Cita untuk memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Hari ini kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani dengan lebih tulus,” tutup Prof. Komarudin.