UNJ Peringati HUT RI ke-81 dengan Upacara, Perlombaan, dan Symphony Nusantara

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Buku Saku Pengisian KRS Mahasiswa Universitas…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

PKKMB FEB UNJ Hadirkan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan Ajak Mahasiswa Bangun Kemandirian Sejak Kuliah

Prof. Dalia Sukmawati Bahas Potensi Biodiversitas Mikroba Indonesia dalam Pengembangan Smart Anti-Infective

SPs UNJ Hadirkan Prof. Rekha Koul Bahas Riset Lingkungan Belajar di Kelas

FMIPA UNJ Hadirkan Profesor Curtin University Bahas Pembelajaran STEM Berbasis Inkuiri

FMIPA UNJ Gandeng Curtin University Kembangkan Pembelajaran STEM Berbasis Inkuiri

JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan rangkaian kegiatan yang memadukan upacara bendera, perlombaan khas 17 Agustus, serta pergelaran seni Symphony Nusantara: Beauty in Diversity. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk merefleksikan makna kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan bangsa.

Peringatan HUT RI ke-81 yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” berlangsung di halaman Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Kampus A UNJ. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga suasana peringatan kemerdekaan terasa kental dengan semangat keberagaman Nusantara.

Upacara bendera berlangsung khidmat dengan Rektor UNJ,Prof. Komarudin bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Prof. Komarudin membacakan pesan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI yang diawali dengan salam hangat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh sivitas akademika di Indonesia.

Amanat tersebut juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan kerja keras insan perguruan tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mempersiapkan generasi masa depan Indonesia.

Delapan puluh satu tahun kemerdekaan, menurut amanat tersebut, merupakan warisan perjuangan para pendiri bangsa yang tidak hanya menghadirkan sebuah negara merdeka, tetapi juga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil, makmur, dan disegani dunia.

“Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Prof. Komarudin saat membacakan amanat.

Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Kampus tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus hadir melalui pemikiran yang jernih, kritik yang konstruktif, talenta unggul, serta riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan bangsa.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta generasi muda yang kreatif. Namun, modal tersebut perlu diolah menjadi kekuatan ekonomi dan keunggulan teknologi agar mampu mendorong Indonesia menjadi negara maju.

“Kita harus mampu mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah. Kita harus membangun industri nasional yang kuat. Kita harus menguasai sains dan teknologi. Dalam perjuangan inilah perguruan tinggi harus menjadi tulang punggung kebangkitan Indonesia,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan memberikan gelar. Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsa, dan memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab bagi kemajuan negeri.

Riset dan inovasi juga diharapkan tidak berhenti pada laporan maupun publikasi ilmiah. Hasil penelitian perlu didorong menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Riset tidak boleh berhenti sebagai laporan atau publikasi. Riset harus bergerak menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi yang digunakan masyarakat. Dari kampus harus lahir perusahaan rintisan berbasis teknologi. Dari kampus harus tumbuh industri-industri baru. Dari kampus harus tercipta lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia,” kata Prof. Komarudin.

Kepada mahasiswa, pesan tersebut menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba, meneliti, menciptakan, dan membangun sesuatu yang baru. Ilmu pengetahuan diharapkan tidak hanya digunakan untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, kepada pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan disampaikan apresiasi atas pengabdian yang terus diberikan dalam mendukung pembangunan pendidikan dan kemajuan Indonesia.

“Mari kita jadikan setiap ruang kelas sebagai tempat menyiapkan masa depan. Setiap laboratorium sebagai tempat membangun kemandirian. Dan setiap kampus sebagai pusat perjuangan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Semangat kolaborasi juga menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Perguruan tinggi didorong untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia industri, dan masyarakat agar berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dapat dikembangkan secara bersama-sama.

“Apabila kita bergerak bersama, tidak ada cita-cita yang terlalu besar bagi Indonesia. Mari kita buktikan bahwa dari kampus-kampus Indonesia akan lahir manusia-manusia unggul, teknologi-teknologi besar, dan industri-industri kuat yang membawa Merah Putih berdiri semakin tegak di antara bangsa-bangsa dunia. Dirgahayu Ke-81 Republik Indonesia,” tutup Prof. Komarudin.

Setelah upacara, suasana peringatan kemerdekaan berlanjut dengan berbagai perlombaan khas 17-an yang melibatkan sivitas akademika UNJ. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi dan kebersamaan di tengah kesibukan aktivitas akademik dan kelembagaan.

Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan pergelaran Symphony Nusantara: Beauty in Diversity, sebuah pertunjukan seni kolaborasi mahasiswa Mappi dan mahasiswa bidang busana. Pergelaran tersebut menampilkan kekayaan seni dan budaya Indonesia dalam balutan kreativitas generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UNJ tidak hanya merayakan HUT RI ke-81 sebagai seremoni, tetapi juga meneguhkan semangat kebangsaan, keberagaman, kolaborasi, dan kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Juru Foto: Sadikin