UNJ Resmi Tutup PKKMB 2026, Mahasiswa Baru Didorong Berkarya dan Berdampak

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Resmi Tutup PKKMB 2026, Mahasiswa…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (28/8/26). Sebanyak 9.520 mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat tema “Berkarya dan Berdampak”.

Penutupan PKKMB berlangsung secara hybrid di Aula Latief Hendraningrat, UNJ. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengenalan kehidupan kampus yang telah berlangsung sejak 20 Agustus 2026.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, mengatakan tema “Berkarya dan Berdampak” diarahkan untuk membangun kesadaran mahasiswa bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik.

Menurut Yasep, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Menjadi mahasiswa bukan sekadar menempuh perkuliahan, melainkan juga mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang produktif, solutif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Rangkaian PKKMB diawali dengan kegiatan tingkat universitas pada 20 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan di tingkat fakultas dan program studi. Mahasiswa baru juga memperoleh pembekalan mengenai sistem akademik dan kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kreativitas, inovasi, serta peran mahasiswa di masyarakat.

Yasep meminta mahasiswa menjadikan PKKMB sebagai awal untuk membangun kebiasaan positif selama menjalani pendidikan di UNJ.

“Jadikan momentum PKKMB ini sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan baik, memperluas wawasan, mempererat pertemanan, dan menempa diri menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Penghargaan turut disampaikan kepada panitia, pimpinan universitas, para dekan, direktur, kepala lembaga, kepala biro, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PKKMB 2026.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, mengingatkan mahasiswa agar semangat yang dibangun selama PKKMB tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Semangat itu harus terus dipelihara sampai kuliah selesai nanti,” ujarnya.

Prof. Ifan mendorong mahasiswa baru menyelesaikan pendidikan secara tepat waktu, yakni delapan semester atau empat tahun. Menurut dia, waktu selama berada di perguruan tinggi perlu dikelola dengan baik agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan secara optimal.

Ia juga mengajak mahasiswa memaknai tema “Berkarya dan Berdampak” sejak awal perkuliahan. Menurutnya, pencapaian akademik merupakan salah satu bentuk karya yang perlu diperjuangkan mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab kepada orang tua.

“Karya pertama wajib. Ada kewajiban kita membalas jasa orang tua melalui nilai IPK yang baik,” tuturnya.

Namun, karya mahasiswa tidak berhenti pada capaian akademik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat dikembangkan menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Prof. Ifan menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan literasi di tengah perkembangan teknologi digital. Mahasiswa, kata dia, perlu memiliki kemampuan untuk membaca, memahami, dan mengolah informasi secara kritis.

Ia mengingatkan penggunaan gawai secara berlebihan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami bacaan panjang dan informasi yang kompleks. Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat kemampuan memahami teks, konteks, dan interteks.

“Mahasiswa harus memahami realitas baru dalam pendidikan. Ada realitas maya dan realitas hibrida,” katanya.

Menurut Prof. Ifan, perkembangan pembelajaran digital tidak serta-merta menghilangkan pentingnya interaksi tatap muka. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam proses pendidikan.

Mahasiswa juga perlu mengembangkan literasi data, teknologi, dan kemanusiaan. Kemampuan tersebut diperlukan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami perubahan dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Penutupan PKKMB 2026 sekaligus menjadi awal bagi 9.520 mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan akademik di UNJ. Semangat “Berkarya dan Berdampak” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi bagian dari proses mahasiswa mengembangkan pengetahuan, karakter, dan kontribusi selama menempuh pendidikan.