
Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 yang berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026. Pelaksanaan ujian digelar dalam dua sesi setiap harinya, dengan tambahan satu hari khusus di UNJ pada 2 Mei 2026.
Di lingkungan UNJ, pelaksanaan UTBK-SNBT tersebar di 11 lokasi, meliputi Gedung Dewi Sartika Lantai 5 dan 7, Gedung L Lantai 3, SFD Tower A Lantai 8, SFD Tower B Lantai 3, serta Gedung PUSTIKOM Lantai 3 dan 4. Selain itu, UNJ juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah mitra, yaitu SMKN 1 Jakarta, SMKN 10 Jakarta, SMKN 40 Jakarta, SMKN 44 Jakarta, SMKN 48 Jakarta, dan SMKN 50 Jakarta sebagai lokasi tambahan pelaksanaan ujian.
Pada hari pertama pelaksanaan, Kampus A UNJ mendapat kunjungan peninjauan dari Prof. Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bersama Prof. Eduart Wolok selaku Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, serta Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie selaku Anggota Tim Penanggung Jawab SNPMB. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan sesuai standar operasional dan prinsip transparansi.
Pada sesi konferensi pers, Prof. Eduart Wolok mengungkapkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan ditemukan beberapa indikasi kecurangan di sejumlah kampus pelaksana UTBK di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan di UNJ berlangsung dengan tertib dan tanpa temuan pelanggaran.
“Untuk di UNJ sendiri alhamdulillah tidak ditemukan kecurangan oleh peserta. Pelaksanaan berjalan sesuai prosedur dan berlangsung dengan baik,” ujar Prof. Eduart.
Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ sekaligus Pengarah UTBK UNJ turut memberikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di hari pertama. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh sivitas akademika UNJ dalam menjaga integritas dan kualitas seleksi nasional.
“Kepercayaan yang diberikan kepada UNJ sebagai lokasi pelaksanaan UTBK-SNBT adalah amanah besar yang kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional, menjunjung tinggi prinsip kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas,” ujar Prof. Komarudin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tidak ditemukannya kecurangan di UNJ menjadi indikator penting bahwa sistem pengawasan dan kesiapan teknis yang diterapkan telah berjalan efektif.
“Kami bersyukur pelaksanaan di UNJ berlangsung tertib dan tanpa kecurangan. Ini menunjukkan bahwa sinergi antara panitia, pengawas, serta dukungan infrastruktur yang memadai mampu menciptakan ekosistem ujian yang kredibel dan berintegritas,” tambahnya.
Prof. Komarudin juga berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di hari-hari berikutnya dapat terus berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta dalam mengakses pendidikan tinggi.
“UNJ berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan dan integritas dalam setiap tahapan seleksi nasional, sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” tutupnya.
Senada dengan itu, Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni sekaligus Ketua Pusat UTBK UNJ, menyampaikan bahwa UNJ telah melakukan berbagai persiapan matang guna menjamin kelancaran pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan infrastruktur, sistem komputer, hingga pengawasan yang ketat di setiap lokasi.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara panitia pusat, pengawas, serta dukungan dari sekolah mitra menjadi faktor penting dalam menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan UTBK-SNBT di UNJ.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan minim kendala pada hari pertama, UNJ menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip kejujuran, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap proses seleksi nasional.