UNJ Gelar Upacara Hardiknas 2026, Semangat Kebinekaan Hadir Lewat Pakaian Adat

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Rektor UNJ Jadi Narasumber Forum Diskusi…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FEB UNJ Tutup Ecobis Expo 2026 dengan Semangat Kolaborasi Global

Pertegas Komitmen Good Governance, UNJ Konsisten Raih WTP dari Era BLU hingga PTN-BH

Tingkatkan Angka Harapan Hidup, Dosen FIKK UNJ Bekali Lansia Jatinegara Kaum dengan Edukasi Kesehatan dan Kebugaran

Panitia UNJ Sukses Laksanakan UTBK-SNBT 2026 dengan Lancar dan Tertib untuk Hadirkan Seleksi Berintegritas

Jumlah Peserta Meningkat Signifikan, UNJ Sukses Tuntaskan UTBK-SNBT 2026 dengan Lancar dan Tertib

Jakarta, Humas UNJ- Universitas Negeri Jakarta gelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026. Upacara di gelar di Halama Gedung Perpustakaan dan Kearsipan UNJ Kampus A pada Senin, 4 Mei 2026. Hardiknas tahun ini mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.

Pada upacara Hardiknas ini peserta upacara yang terdiri dari dosen dan tendik mengenakan pakaian Adat atau daerah, sementara mahasiswa mengenakan jaket alamamater.

Dalam teks pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dibacakan oleh Prof. Ifan Iskandar yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan. Di tengah perubahan dunia yang bergerak sangat cepat, disrupsi digital, krisis iklim dan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga perubahan dunia kerja akibat kecerdasan artifisial, kita berhadapan dengan tantangan yang kompleks dan saling terkait. Namun di tengah semua itu, kita meyakini bahwa pendidikan tetap merupakan jawaban paling mendasar, paling strategis, dan paling beradab.

Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan, bukanlah pilihan melainkan kewajiban kebangsaan. Inilah ruh tema peringatan tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Tema ini sejalan dengan Asta Cita ke-empat Presiden Prabowo Subianto dan menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang tertuang dalam Rencana Strategis 2025–2029 dengan visi “Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045”. Inilah semangat Diktisaintek Berdampak yang menjadi arah bersama, menjiwai setiap langkah transformasi, dan menggerakkan ikhtiar kolektif kita bagi kemajuan bangsa.

Transformasi bertumpu pada tiga kekuatan besar, pertama berkaitan dengan perluasan akses secara inklusif. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial. Melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi, bantuan Uang Kuliah Tunggal, serta beasiswa pradoktoral dan doktoral, negara hadir memastikan kesempatan belajar terbuka bagi semua.

Kedua berkaitan dengan kolaborasi yang melahirkan solusi. Kampus perlu semakin hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat perannya sebagai pusat inovasi yang melahirkan solusi bagi bangsa. Melalui kemitraan pentahelix, program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, pengembangan Taman Sains dan Teknologi, perguruan tinggi terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan nyata

Ketiga, riset yang berdampak nyata. Riset Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi, industri, dan solusi. Upaya ini diperkuat melalui pendanaan berbasis tantangan, penguatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, pengembangan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta percepatan hilirisasi, agar riset memberi nilai tambah nyata bagi bangsa.

”Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas: Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa sendiri. Untuk itu, Kementerian menyiapkan Indonesia Road to Nobel Laureate 2045, sebuah Upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam membina talenta unggul sejak dini, memperkuat pendidikan riset berkelas dunia, hingga ekosistem sains nasional. Ini bukan mimpi yang terlalu tinggi. Ini adalah cita-cita bangsa besar. Bangsa yang besar tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan.” ucap Prof. Ifan

Terakhir Prof. Ifan mengatakan Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan satu keyakinan: bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua. Karena dari ruang-ruang belajar hari ini, kita sedang menentukan arah masa depan Indonesia.