Jakarta, Humas UNJ – Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (Prodi S1 PJKR FIKK UNJ) terus memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing lulusan melalui penyelenggaraan kegiatan “Revitalisasi Kurikulum” yang berlangsung pada 2 Juni 2026 di Ruang Sidang Lantai 2 FIKK UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus mengalami perubahan.
Revitalisasi kurikulum merupakan langkah penting bagi Program Studi S1 PJKR untuk melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui forum akademik ini, berbagai aspek kurikulum dikaji secara komprehensif, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, hingga kesesuaian kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggi Setia Lengkana dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Anggi menekankan pentingnya implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan. Menurutnya, kurikulum yang dirancang dengan pendekatan OBE harus mampu menyelaraskan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan sistem asesmen sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Koordinator Program Studi S1 PJKR FIKK UNJ, Wahyuningtyas Puspitorini, menyampaikan bahwa revitalisasi kurikulum merupakan bagian dari komitmen prodi dalam menjaga relevansi pendidikan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan profesi di bidang pendidikan jasmani dan olahraga.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan agar lulusan PJKR tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan profesional, kemampuan beradaptasi, serta daya saing yang dibutuhkan di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini, kami berharap kurikulum yang dihasilkan mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus mendukung pencapaian visi Program Studi dan FIKK UNJ sebagai institusi pendidikan yang unggul,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan dosen dari Program Studi S1, S2, dan S3 Pendidikan Jasmani sebagai bentuk sinergi akademik lintas jenjang pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kesinambungan kurikulum sekaligus memperkuat ekosistem akademik pendidikan jasmani di lingkungan UNJ.
Diskusi yang berlangsung secara dinamis menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, antara lain penguatan mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri olahraga, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, penguatan kompetensi kewirausahaan olahraga, serta penyelarasan standar kompetensi lulusan dengan kebutuhan nasional dan internasional.
Melalui revitalisasi kurikulum ini, Program Studi S1 PJKR FIKK UNJ menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi FIKK UNJ dalam memperkuat reputasi akademik, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi kemajuan pendidikan jasmani, kesehatan, rekreasi, dan olahraga di tingkat global.