Perkuat Literasi Data Digital Mahasiswa, Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ Gandeng Ivosights Bahas Social Listening dan Emotion Analysis

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dukung Penguatan Internasionalisasi, UNJ dan MIICA…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mahasiswa UNJ Sosialisasikan KIP Kuliah untuk Perluas Akses Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Desa di Cianjur

Pendaftar PENMABA Ujian Tulis di Kediaman UNJ Naik 17,6 Persen, Tembus 9.325 Peserta

Sentuhan Sport Science Dosen FIKK UNJ di Balik Gelar Juara Timnas Putri Indonesia pada Piala AFF 2026

Mahasiswa FIKK UNJ Bawa Timnas Putri Indonesia Raih Gelar Juara AFF 2026

UNJ Jadi Juara Umum PEKSIMIDA DKI Jakarta dan Siap Melaju ke Peksiminas 2026

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilkom FISH UNJ) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi komunikasi digital melalui kolaborasi dengan dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Dosen Tamu bertajuk “Membaca Emosi Publik Melalui Media Sosial: Social Listening untuk Bisnis & Kebijakan” bekerja sama dengan Ivosights pada Kamis, 11 Juni 2026, di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ.

Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri digital, Ruly Mahmuddin, Head of Data & Operations Ripple10 Ivosights (PT Ivonesia Solusi Data), yang membagikan wawasan mengenai pemanfaatan data percakapan digital sebagai sumber informasi strategis dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis, komunikasi publik, hingga kebijakan pemerintahan.

Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan teknologi digital, kemampuan memahami perilaku, opini, serta emosi publik menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh para calon praktisi komunikasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada konsep social listening, yaitu proses memantau, mengumpulkan, dan menganalisis percakapan publik yang berlangsung di berbagai platform digital untuk menghasilkan insight yang bernilai strategis.

Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan bahwa pola komunikasi antara organisasi dan masyarakat telah mengalami transformasi signifikan. Jika sebelumnya komunikasi berlangsung secara satu arah melalui media konvensional, kini organisasi dapat memanfaatkan teknologi untuk memahami percakapan publik secara real-time dan merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih cepat dan tepat.

“Data percakapan digital bukan lagi sekadar angka, tetapi sumber pengetahuan yang dapat membantu organisasi memahami kebutuhan, harapan, bahkan emosi publik secara lebih mendalam,” jelasnya.

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan antara social media monitoring dan social media listening. Social media monitoring berfokus pada pengumpulan serta pengukuran aktivitas digital, sementara social listening berupaya membaca makna di balik percakapan yang terjadi sehingga menghasilkan rekomendasi strategis yang lebih komprehensif.

Selain itu, peserta diajak memahami penerapan sentiment analysis dan emotion analysis dalam membaca opini publik. Analisis tersebut tidak hanya mengklasifikasikan percakapan ke dalam kategori positif, negatif, atau netral, tetapi juga mengidentifikasi emosi yang mendasarinya, seperti kebahagiaan, kepercayaan, kemarahan, kesedihan, hingga kekhawatiran. Pendekatan ini dinilai penting dalam membantu organisasi menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data.

Kegiatan semakin menarik ketika peserta menyaksikan demonstrasi penggunaan platform Ripple10 yang mampu memantau percakapan publik secara real-time. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai proses pengumpulan data digital, pengolahan informasi, visualisasi data, hingga penyusunan rekomendasi strategis berbasis analisis percakapan publik.

Koordinator Prodi Ilkom FISH UNJ, Dini Safitri, menegaskan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri merupakan bagian penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

“Kegiatan dosen tamu ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari pengalaman praktisi. Mahasiswa dapat memahami bagaimana membaca data dan emosi pengguna media sosial sehingga mampu menentukan posisi sebuah brand maupun isu yang sedang menjadi perhatian publik,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap isu komunikasi digital dan analisis data. Melalui kolaborasi ini, Prodi Ilkom FISH UNJ berharap dapat terus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan data digital sebagai dasar pengambilan keputusan komunikasi yang efektif di era berbasis teknologi.

Kontributor: MIJP