Dekanat FT UNJ bersama FT UTU Bangun Sarana Air Bersih Pascabencana di Aceh

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dekanat FT UNJ bersama FT UTU…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ dan Batangas State University Perkuat Kolaborasi melalui Psychological First Aid dan Student Well-Being

UNJ Gelar Peringatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kiprah dan Prestasi UNJ Mengharumkan Indonesia di Asian Games 2026

Delegasi UNJ Kunjungi KBRI Doha, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Budaya dengan Qatar

Dosen FBS UNJ Raih IKAPI Award 2026, Buku “Gaza: Suatu Malam di Jakarta” Jadi Book of the Year

JAKARTA, Humas UNJ — Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) membangun sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Penugasan Fakultas. Program ini menjadi tindak lanjut kerja sama kedua fakultas sekaligus menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara FT UNJ dan FT UTU dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain dosen, program ini melibatkan mahasiswa FT UTU yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan kegiatan yang dikonversi menjadi tiga Satuan Kredit Semester (SKS).

Pembangunan sarana air bersih dimulai pada 20 Juni 2026 dan ditinjau kembali oleh dekanat FT UNJ pada 17–18 Juli 2026 untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan serta memastikan sistem telah berfungsi sesuai perencanaan. Sistem yang dibangun memanfaatkan sumber mata air di kawasan pegunungan yang dialirkan menuju bak penampungan berkapasitas besar sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Infrastruktur tersebut dilengkapi instalasi pendukung agar pasokan air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pembangunan berlangsung di wilayah dengan medan yang cukup berat. Mahasiswa FT UTU bersama dosen dan warga setempat bergotong royong mengangkut semen, pasir, pipa, pompa, serta material lainnya menuju lokasi yang berada di kawasan perbukitan. Karena akses kendaraan terbatas, sebagian besar material harus dipikul melewati jalur menanjak sejauh sekitar setengah kilometer.

Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, memimpin program pengabdian bertema “Pengembangan Model Terpadu Penyediaan Air Bersih Pascabencana untuk Mendukung Ketahanan Masyarakat melalui Program Penugasan Fakultas.” Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menekankan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola dan memelihara fasilitas yang telah dibangun.

Di lokasi yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FT UNJ, Muksin, melaksanakan program bertema “Pemasangan Instalasi Listrik Pendukung pada Instalasi Air Bersih Pascabencana pada Masyarakat Wilayah Terdampak di Aceh.” Program tersebut berfokus pada penyediaan sistem kelistrikan yang menunjang operasional pompa sehingga distribusi air dapat berjalan secara optimal.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FT UNJ, Nur Riska, melaksanakan program “Penguatan Literasi Sanitasi dan Air Bersih Pascabencana melalui Program Edukasi Masyarakat Aceh di Wilayah Terdampak.” Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pendampingan mengenai sanitasi, pengelolaan air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan setelah bencana.

Adapun Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FT UNJ, Himawan Hadi Sutrisno, mengembangkan program “Penguatan Akses Air Bersih Pascabencana Melalui Pembangunan Sumur Air Tanah Berbasis Komunitas bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh.” Program ini menempatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan sekaligus pengelola fasilitas agar keberlanjutannya dapat terjaga.

Keterlibatan mahasiswa FT UTU menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Selama KKN, mahasiswa tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga terlibat dalam survei lokasi, pengukuran, pemasangan instalasi, hingga pendampingan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dalam penyelesaian persoalan nyata di lapangan.

Kolaborasi antara FT UNJ dan FT UTU menunjukkan bahwa kerja sama antarkampus dapat menghasilkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat proses pembelajaran mahasiswa. Bagi FT UNJ, kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian dalam satu program yang saling mendukung.

Melalui pembangunan sistem penyediaan air bersih, instalasi listrik pendukung, edukasi sanitasi, serta penguatan akses air berbasis komunitas, kedua fakultas berharap masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih baik sekaligus memiliki kapasitas untuk mengelola fasilitas tersebut secara mandiri. Program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di wilayah pascabencana.