FIKK UNJ Selaraskan Program Akademik dengan IKU Berdampak

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. FIKK UNJ Selaraskan Program Akademik dengan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FISH UNJ Perkuat Kompetensi Guru Sosiologi Hadapi Tantangan Sosial di Sekolah

Dosen Prodi S3 PKLH SPs UNJ Perkuat Peran Guru dalam Pembelajaran Lingkungan Berkelanjutan

UNJ Perkuat Layanan Mata Kuliah Umum untuk Bangun Karakter Mahasiswa

FIP UNJ Bekali Dosen dan Tendik dengan Kompetensi AI melalui Sertifikasi Gemini

GAD FIP UNJ Gelar Workshop Penulisan Publikasi Ilmiah, Dorong Mahasiswa Temukan Kebaruan dan Tembus Jurnal Bereputasi

JAKARTA, Humas UNJ – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdampak melalui sosialisasi internal Panduan IKU Berdampak bagi koordinator program studi dan dosen di lingkungan fakultas, Senin (31/8/26).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FIKK UNJ menyamakan pemahaman sivitas akademika mengenai arah kebijakan kinerja perguruan tinggi yang tidak hanya menekankan pelaksanaan program, tetapi juga hasil dan manfaat yang dapat dirasakan oleh mahasiswa, masyarakat, dunia kerja, serta pengembangan keilmuan.

Sosialisasi dibuka oleh Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar. Kegiatan menghadirkan Ervina Maulida, Staf Ahli Wakil Rektor III Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi Bidang Inovasi dan Hilirisasi, serta Rahmat Darmawan, Direktur Kerja Sama UNJ, sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Prof. Nofi menekankan bahwa pemahaman terhadap IKU Berdampak perlu menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan fakultas. Menurut dia, setiap program yang dirancang harus memiliki tujuan, indikator, serta hasil yang jelas.

“IKU Berdampak perlu kita pahami sebagai bagian dari budaya kerja fakultas. Setiap program yang kita laksanakan harus memiliki arah yang jelas, indikator yang terukur, dan yang paling penting mampu memberikan dampak bagi mahasiswa, masyarakat, dunia kerja, serta pengembangan keilmuan,” ujar Prof. Nofi.

Ia mengatakan, penerapan IKU Berdampak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur fakultas, terutama program studi dan dosen. Kesamaan perspektif diperlukan agar perencanaan hingga evaluasi program dapat berjalan searah dengan target kinerja universitas.

“Kami ingin setiap program studi dan dosen memiliki perspektif yang sama bahwa kinerja bukan hanya dilihat dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari kualitas hasil dan manfaat yang dihasilkan. Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Panduan IKU Berdampak, termasuk aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapannya di lingkungan perguruan tinggi. Materi diarahkan untuk membantu program studi dan dosen menerjemahkan kebijakan institusi ke dalam program akademik yang memiliki capaian terukur.

Sosialisasi juga menjadi forum untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan implementasi IKU Berdampak. Melalui diskusi, korprodi dan dosen dapat memperdalam pemahaman sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan agar program di tingkat fakultas dan program studi dapat mendukung pencapaian kinerja universitas.

Orientasi pada dampak mendorong perguruan tinggi untuk melihat keberhasilan suatu program tidak semata dari terlaksananya kegiatan. Hasil, manfaat, keberlanjutan, serta keterkaitan program dengan kebutuhan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mengukur kinerja.

Bagi FIKK UNJ, pendekatan tersebut relevan dengan pengembangan program di bidang pendidikan, riset, inovasi, kerja sama, serta pengabdian kepada masyarakat. Program yang dirancang dengan orientasi dampak diharapkan memiliki keterhubungan yang lebih kuat antara aktivitas akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia kerja.

Penguatan IKU Berdampak juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu dan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Penguatan mutu pendidikan dan kolaborasi menjadi bagian dari upaya memastikan kinerja perguruan tinggi memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui sosialisasi ini, FIKK UNJ mendorong seluruh program studi dan dosen untuk menjadikan IKU Berdampak sebagai acuan dalam merancang dan mengevaluasi program. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil, sekaligus meningkatkan kontribusi FIKK UNJ bagi pendidikan, pengembangan ilmu keolahragaan dan kesehatan, serta masyarakat.