FIP UNJ Sosialisasikan Pembelajaran Transformatif untuk Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan MIICA Hadirkan Ajang Inovasi…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mahasiswa Kimia FMIPA UNJ Raih Platinum Award Internasional Lewat Kit Deteksi Cepat Bakteri Patogen Pangan di Ajang I3C dan IWC 2026

Kenalkan SDGs Lewat Permainan Edukatif, Siswa SMA Labschool Cibubur Menang di Kompetisi Internasional I3C dan IWC 2026

Board Game Edukasi Mental Health Karya Siswa SMA Labschool Jakarta Raih Platinum Award di Ajang Inovasi Internasional

I3C dan IWC 2026 Resmi Ditutup, UNJ dan MIICA Satukan Inovator Muda dalam Panggung Kreativitas Global

Mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNJ Raih Dua Prestasi Nasional Kompetisi Bahasa Isyarat Indonesia

Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman melalui penyelenggaraan “Sosialisasi Pembelajaran Transformatif di Perguruan Tinggi” pada 5 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang Sidang Lantai 2 FIP UNJ dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Khaerudin, dosen sekaligus Kepala Program Studi S2 Teknologi Pendidikan FIP UNJ, sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FIP UNJ dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, pola pikir kritis, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai perubahan sosial yang dinamis.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FIP UNJ, Karta Sasmita, yang hadir mewakili Dekan FIP UNJ. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Cecep Kustandi, Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama Siti Zulaikha, para Koordinator Program Studi, serta dosen di lingkungan FIP UNJ.

Dalam sambutannya, Karta Sasmita menegaskan bahwa pembelajaran transformatif merupakan pendekatan yang semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, reflektif, dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Pembelajaran transformatif mendorong dosen untuk menciptakan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada proses perubahan cara berpikir mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas dosen dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna, sehingga menghasilkan lulusan yang adaptif, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada sesi utama, Khaerudin menjelaskan bahwa pembelajaran transformatif berfokus pada perubahan perspektif peserta didik melalui proses refleksi, dialog, dan pengalaman belajar yang bermakna. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami materi perkuliahan, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial, tantangan kehidupan, serta konteks profesional yang akan mereka hadapi di masa depan.

Ia memaparkan enam aspek penting dalam implementasi pembelajaran transformatif, yaitu membangun iklim pembelajaran yang kondusif, memfasilitasi pemicu pembelajaran (learning triggers), mengembangkan dialog reflektif, mendorong refleksi kritis, mendukung perubahan perspektif, serta menerapkan strategi pembelajaran transformatif dalam berbagai aktivitas perkuliahan.

Menurutnya, ketika mahasiswa diberikan ruang untuk merefleksikan pengalaman dan mempertanyakan asumsi yang selama ini mereka yakini, proses belajar akan menjadi lebih mendalam dan mampu menghasilkan perubahan cara pandang yang berdampak pada tindakan nyata.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak lagi sekadar proses transfer pengetahuan dari dosen kepada mahasiswa, melainkan proses pembentukan kesadaran, pengembangan kapasitas berpikir kritis, dan penguatan kemampuan mahasiswa dalam memahami kompleksitas persoalan yang ada di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis FIP UNJ dalam memperkuat budaya pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dalam merancang pengalaman belajar yang inovatif, relevan, dan berdampak. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan komitmen UNJ terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education, melalui penguatan kapasitas pendidik dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas, inklusif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal.