Kronje dan Paduan Suara UNJ Persembahkan Harmoni bagi Purnabakti

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Gelar Kampanye Peringatan Hari Anti…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Perkuat Kualitas Usulan JAD melalui Workshop Penguatan Administratif dan Substantif

Mahasiswa UNJ Jadi Perwakilan dalam Program Keselamatan Berlalu Lintas Bersama Jasa Raharja

Prodi Doktor PKLH SPs UNJ Perkuat Pembelajaran Berbasis Lapangan melalui Studi Pengelolaan Sampah Terpadu Banyumas

KOP Pencak Silat UNJ Sapu Bersih 13 Medali Emas di Malang Championship 6

FPsi UNJ Gandeng MAHLE Indonesia Kembangkan Budaya Kerja Positif melalui Job Crafting

JAKARTA, Humas UNJ — Kelompok Keroncong Universitas Negeri Jakarta (Kronje) berkolaborasi dengan Paduan Suara Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam kegiatan Pelepasan Purnabakti di Lingkungan UNJ yang digelar di Aula Latief Hendraningrat, Lantai 2 Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ, Senin (27/7/26). Penampilan kolaboratif tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang memberikan nuansa hangat sebagai bentuk penghargaan kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah menuntaskan masa pengabdiannya.

Melalui aransemen musik keroncong yang dipadukan dengan harmoni paduan suara, para penampil membawakan sejumlah lagu bertema pengabdian, kebersamaan, dan rasa syukur. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para hadirin yang terdiri atas pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga purnabakti, serta tamu undangan.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, mengatakan bahwa penampilan Kronje bersama Paduan Suara UNJ mencerminkan semangat kebersamaan yang tumbuh di lingkungan kampus. Seni, kata dia, mampu menjadi media yang menyampaikan penghargaan secara lebih hangat dan menyentuh.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang budaya yang mempererat hubungan antargenerasi. Musik menjadi bahasa yang mampu menyampaikan rasa hormat dan kebersamaan kepada para purnabakti,” katanya.

Pembimbing Kronje, Yosep Abdul Rahman, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Paduan Suara UNJ dipersiapkan untuk menghadirkan pertunjukan yang sesuai dengan suasana acara. Menurutnya, pemilihan lagu dan aransemen dilakukan agar mampu menghadirkan kesan hangat tanpa menghilangkan karakter musik keroncong.

“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang sederhana, tetapi bermakna. Keroncong memiliki karakter yang akrab dan penuh kehangatan. Ketika dipadukan dengan paduan suara, kami berharap pesan penghormatan kepada para purnabakti dapat tersampaikan dengan lebih kuat,” ujar Yosep.

Ia menambahkan, proses latihan bersama juga menjadi pengalaman yang berharga bagi para anggota Kronje dan Paduan Suara UNJ karena memberikan ruang untuk saling belajar dalam membangun harmoni antarkelompok seni.

“Kolaborasi seperti ini memperkaya pengalaman berkesenian sekaligus menunjukkan bahwa musik tradisional tetap relevan ketika dikembangkan melalui kerja sama lintas komunitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Tata Usaha, Layanan Umum, dan Rumah Tangga UNJ, Syarif Hidayatullah, menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan purnabakti dirancang sebagai bentuk penghargaan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memberikan kesan mendalam bagi para purnabakti beserta keluarganya.

“Kami berupaya menghadirkan suasana yang hangat dan penuh penghormatan. Kehadiran penampilan seni dari sivitas akademika menjadi bagian penting dalam menciptakan momen yang berkesan bagi para purnabakti yang telah mengabdikan diri kepada UNJ,” ujar Syarif.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur di lingkungan universitas dalam kegiatan tersebut mencerminkan budaya organisasi yang menjunjung tinggi rasa saling menghargai dan kebersamaan.

“Kami berharap para purnabakti dapat membawa kenangan baik dari UNJ. Pengabdian mereka akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan universitas ini,” katanya.

Penampilan Kronje bersama Paduan Suara UNJ menutup rangkaian pertunjukan dengan sambutan hangat dari para hadirin. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan apresiasi, memperkuat nilai kebersamaan, dan menjaga tradisi penghormatan kepada mereka yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya bagi UNJ.