JAKARTA, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui karya ilmiah inovatif pada ajang Indonesian Student Researcher Festival (ISRF) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) (5/9/26). Tim mahasiswa UNJ berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah melalui karya berjudul “PathFinder: Rancang Bangun dan Diseminasi Platform Screening Karier Berbasis RIASEC untuk Pemetaan dan Pengembangan Potensi Karier Cendekiawan Muda.”
Tim tersebut terdiri atas Abdullah Zikri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Teknik, angkatan 2025; Afrillia Nur’Ajizah Azhar, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, angkatan 2025; serta Fina Ida Matussilmi, mahasiswa Program Studi Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, angkatan 2024.
Karya PathFinder dikembangkan melalui kolaborasi lintas bidang yang memadukan perspektif teknologi informasi, bimbingan dan konseling, serta pendidikan bahasa. Platform tersebut dirancang sebagai media screening karier berbasis RIASEC untuk membantu pemetaan potensi dan pengembangan arah karier mahasiswa muda.
Dosen pembimbing pertama, Bagus Julian Hikmy, Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling, mengapresiasi proses yang dilakukan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan hingga menghasilkan karya yang mampu berkompetisi di tingkat nasional.
“Karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata, khususnya dalam membantu proses pemetaan potensi dan arah karier. Kolaborasi lintas bidang menjadi kekuatan penting karena setiap mahasiswa dapat memberikan perspektif sesuai kompetensinya,” ujar Bagus.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi karya ilmiah juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, serta menyampaikan gagasan secara sistematis.
Sementara itu, Fitrah Izul Falaq, Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer sekaligus dosen pembimbing kedua, menilai capaian tersebut menunjukkan potensi mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia.
“PathFinder tidak hanya menempatkan teknologi sebagai alat, tetapi mencoba menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan karier mahasiswa. Proses pengembangan karya ini juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kemampuan teknologi, riset, dan pemecahan masalah,” ungkapnya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan karya agar tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat disempurnakan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Keberhasilan tim UNJ pada ISRF 2026 menjadi capaian positif dalam pengembangan budaya riset dan inovasi mahasiswa. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin dapat menghasilkan gagasan yang inovatif sekaligus responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan akademik dan karier.
Capaian Juara 1 pada Indonesian Student Researcher Festival 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNJ untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, aplikatif, dan berdampak. Melalui penguatan budaya riset serta kolaborasi lintas bidang, mahasiswa UNJ diharapkan mampu mengembangkan solusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.