UNJ dan Kedubes Yunani Perkuat Diplomasi Akademik Melalui Kuliah Umum Sastra dan Sejarah Peradaban Dunia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan MIICA Hadirkan Ajang Inovasi…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mahasiswa Kimia FMIPA UNJ Raih Platinum Award Internasional Lewat Kit Deteksi Cepat Bakteri Patogen Pangan di Ajang I3C dan IWC 2026

Kenalkan SDGs Lewat Permainan Edukatif, Siswa SMA Labschool Cibubur Menang di Kompetisi Internasional I3C dan IWC 2026

Board Game Edukasi Mental Health Karya Siswa SMA Labschool Jakarta Raih Platinum Award di Ajang Inovasi Internasional

I3C dan IWC 2026 Resmi Ditutup, UNJ dan MIICA Satukan Inovator Muda dalam Panggung Kreativitas Global

Mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNJ Raih Dua Prestasi Nasional Kompetisi Bahasa Isyarat Indonesia

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperluas jejaring internasional dan memperkuat diplomasi akademik melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Greek Language Through The Ages: Literature and History” bekerja sama dengan Kedutaan Besar Yunani untuk Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan kajian bahasa, sastra, sejarah, dan peradaban dunia dalam perspektif lintas budaya.

Kuliah umum ini dihadiri oleh sivitas akademika UNJ, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), serta para dosen dan pemerhati kajian sejarah dan kebudayaan internasional. Kehadiran Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, sebagai narasumber utama menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Yunani.

Mewakili pimpinan universitas, Sekretaris Universitas UNJ, Prof. Suyono, menyampaikan bahwa Yunani memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan peradaban manusia. Menurutnya, berbagai konsep fundamental yang berkembang dalam dunia modern, mulai dari filsafat, demokrasi, sastra, hingga tradisi intelektual, memiliki akar yang kuat dari peradaban Yunani.

“Materi kuliah ini tidak hanya membahas perkembangan bahasa Yunani dari masa ke masa, tetapi juga menjelaskan bagaimana suatu peradaban menjaga, melestarikan, dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi kita dalam membangun masyarakat berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Prof. Suyono menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNJ dalam mendorong pendidikan berwawasan global dan memperkuat pemahaman antarbudaya. Ia juga mengapresiasi inisiatif Fakultas Bahasa dan Seni serta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum yang berhasil menjalin kolaborasi dengan Kedutaan Besar Yunani.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara UNJ dan Kedutaan Besar Yunani, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pertukaran budaya,” tambahnya.

Dalam kuliah umumnya, Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, memaparkan perjalanan panjang perkembangan bahasa Yunani yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Ia menjelaskan bahwa bahasa Yunani mengalami empat periode utama perkembangan, dengan periode klasik sebagai fase yang paling dikenal dan berpengaruh dalam sejarah dunia.

Menurutnya, periode klasik yang berlangsung sejak era Homer hingga masa Alexander Agung melahirkan berbagai dialek penting seperti Attika, Ionia, Dorika, dan Aeolia. Dari berbagai dialek tersebut, Attika kemudian berkembang menjadi fondasi bagi bahasa Yunani modern.

Selain aspek linguistik, Michalopoulos juga mengulas kekayaan sastra Yunani kuno melalui karya-karya monumental seperti Iliad dan Odyssey karya Homer yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam pendidikan di Yunani. Ia menambahkan bahwa tradisi intelektual Yunani telah melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Herodotus, Thucydides, Xenophon, Socrates, Plato, dan Aristoteles yang pemikirannya terus memengaruhi perkembangan sejarah, filsafat, ilmu pengetahuan, dan politik modern.

Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FBS UNJ, Yusi Asnidar, menilai kuliah umum ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami akar perkembangan bahasa dan sastra dunia dari sumber yang autentik.

“Bahasa dan sastra merupakan sarana penting dalam mewariskan nilai, pengetahuan, dan kebudayaan suatu bangsa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperoleh perspektif global sekaligus memahami bagaimana warisan budaya membentuk peradaban manusia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FISH UNJ, Elisabeth Nugrahaeni, menegaskan bahwa kajian mengenai Yunani memiliki relevansi yang kuat dengan berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora.

“Peradaban Yunani memberikan kontribusi besar terhadap lahirnya konsep demokrasi, historiografi, filsafat, dan berbagai pemikiran sosial yang masih menjadi rujukan hingga saat ini. Karena itu, diskusi seperti ini sangat penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami dinamika sejarah dunia dan hubungan antarperadaban,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UNJ kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional dan memperluas wawasan global sivitas akademika. Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Yunani menjadi langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus membuka peluang kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran budaya yang lebih luas di masa mendatang. Kuliah umum ini juga menunjukkan bahwa warisan bahasa, sastra, dan pemikiran Yunani tetap relevan sebagai sumber inspirasi dalam memahami perkembangan peradaban dunia kontemporer.