JAKARTA, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penguatan diplomasi pendidikan dan kebudayaan. Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, ke Kedutaan Besar Republik Yaman di Indonesia, Kamis (10/9/2026).
Delegasi UNJ disambut hangat oleh Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Bilfaqih. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh keterbukaan, dengan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara UNJ, Kedutaan Besar Yaman, dan perguruan tinggi di Yaman.

Dalam pertemuan tersebut, Andy Hadiyanto menyampaikan sejumlah gagasan program kerja sama, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu tawaran yang disampaikan adalah pemberian kesempatan beasiswa bagi mahasiswa asal Yaman untuk menempuh pendidikan di UNJ.
Menurut Andy, kehadiran mahasiswa Yaman di UNJ tidak hanya akan memberikan manfaat akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya membangun jembatan antarmasyarakat melalui pendidikan.
“Kami ingin agar kerja sama ini tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi interaksi antarmahasiswa, akademisi, dan masyarakat kedua negara,” ungkapnya.
Selain program beasiswa, UNJ juga menawarkan berbagai bentuk kerja sama kebudayaan, antara lain kuliah umum dengan menghadirkan akademisi atau tokoh dari Yaman, Yaman Day/Expo Yaman, pertukaran informasi dan kebudayaan, serta berbagai kegiatan akademik dan budaya lainnya.
Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperkenalkan Yaman secara lebih utuh kepada sivitas akademika UNJ. Di sisi lain, masyarakat dan mahasiswa Yaman juga dapat mengenal lebih dekat keberagaman budaya Indonesia.
Kerja sama tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena hubungan Indonesia dan Yaman bukanlah hubungan yang baru dibangun. Keduanya memiliki sejarah interaksi yang panjang, bahkan telah berlangsung sejak masa sebelum Indonesia merdeka.
Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Salem Bilfaqih menegaskan bahwa hubungan Yaman dan Indonesia telah terjalin sejak masa pra-kemerdekaan, berlanjut pada masa kemerdekaan, hingga saat ini. Interaksi yang berlangsung selama berabad-abad tersebut telah melahirkan proses saling memberi dan menerima dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kebudayaan.
Menurutnya, sejarah panjang tersebut membuat masyarakat Yaman dan Indonesia memiliki sejumlah kemiripan budaya dan tradisi yang dapat menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Dubes Salem juga menyampaikan kesiapannya untuk membantu UNJ membangun jejaring dengan sejumlah perguruan tinggi besar di Yaman. Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkembang menjadi interaksi keilmuan yang masif dan berkelanjutan antara akademisi Indonesia dan Yaman.
“Saya siap menghubungkan UNJ dengan beberapa universitas besar di Yaman agar dapat terbangun kerja sama dan interaksi keilmuan yang lebih luas,” ujar Salem Bilfaqih.
Menurutnya, perguruan tinggi dapat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antarkedua negara karena kampus merupakan ruang strategis bagi pertukaran pengetahuan, gagasan, budaya, dan pengalaman.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Yaman juga menyampaikan harapan agar Kedutaan Besar Yaman memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa bagi mahasiswa Yaman di Indonesia, khususnya peluang pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Yaman.
Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen utama dalam membangun masa depan hubungan Indonesia-Yaman. Mahasiswa Yaman yang belajar di Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga menjadi bagian dari jejaring masyarakat yang mempererat hubungan kedua bangsa.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan dan situasi terkini di Yaman. Melalui komunikasi langsung dengan perwakilan diplomatik Yaman, UNJ memperoleh kesempatan untuk memahami dinamika Yaman dari perspektif yang lebih aktual, sekaligus melihat peluang kontribusi perguruan tinggi dalam membangun hubungan masyarakat kedua negara.
Bagi UNJ, diplomasi pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi. Kerja sama dengan Yaman diharapkan tidak hanya menghasilkan berbagai program akademik dan kebudayaan, tetapi juga membangun people-to-people connection yang berkelanjutan.
Pertemuan UNJ dan Kedutaan Besar Yaman ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Dari beasiswa hingga pertukaran akademik, dari kuliah umum hingga festival budaya, kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan hubungan Indonesia-Yaman yang semakin dekat di lingkungan perguruan tinggi.