UNJ Turut Berpartisipasi dalam Arts Lumière Indonesia Festival “Muslim World Movie Screening” yang Digelar Kemenlu RI

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ikut berpartisipasi dalam Arts Lumière Indonesia Festival (ALIF) yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI). Kegiatan ini resmi dibuka pada Jumat malam, 19 September 2025, di XXI Jakarta Theater. Kegiatan festival film ini bertema “Muslim World Movie Screening” ini berlangsung hingga 21 September 2025 dan menampilkan film-film pilihan dari berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Acara pembukaan dihadiri oleh para duta besar negara-negara OKI dan sejumlah tokoh penting, mencerminkan dukungan diplomatik yang kuat terhadap kegiatan budaya ini.

Dalam sambutannya, Ani Nigeriawati, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), menegaskan bahwa festival ini bertujuan memperkenalkan keragaman budaya negara-negara OKI kepada masyarakat Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat perdamaian antarbangsa. Ia menjelaskan bahwa media film memiliki daya ungkap yang kuat untuk membangun empati, meningkatkan saling pengertian, dan mempererat persaudaraan lintas negara. Ani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya festival ini, mulai dari Perum PFN, Asosiasi Perusahaan Perfilman Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, hingga XXI Jakarta Theater. Menurutnya, sinergi lintas sektor ini menjadi contoh nyata diplomasi budaya yang berdaya jangkau luas.

Kegiatan ini memang didesain sebagai kolaborasi besar antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri perfilman. Ketua Asosiasi Perusahaan Perfilman Nasional, Deddy Mizwar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini adalah momentum penting bagi industri film tanah air. Ia berharap agar festival di tahun mendatang dapat mencakup lebih banyak jenis ekspresi budaya, termasuk teater, musik, dan pameran seni, sehingga mampu menjadi etalase kebudayaan dunia Muslim yang komprehensif dan menarik minat generasi muda.

Duta Besar Bahrain yang hadir mewakili para duta besar negara sahabat juga memberikan sambutan dan menegaskan pentingnya acara seperti ini sebagai sarana penyebaran nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kehidupan berdampingan secara harmonis. Prosesi pembukaan kemudian ditandai dengan pemukulan ketimpring secara serentak oleh seluruh pihak pendukung, termasuk perwakilan UNJ, menciptakan suasana hangat dan meriah.

Dalam wawancara dengan Humas UNJ usai pembukaan, Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, menyampaikan bahwa keterlibatan UNJ sebagai salah satu host pemutaran film merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menciptakan dunia yang bermartabat dan damai. “Melalui festival ini, UNJ ingin ikut menghidupkan diplomasi budaya, sekaligus memberikan pengalaman belajar global bagi mahasiswa kami,” ujarnya.

Rangkaian festival akan berlanjut hingga 21 September 2025 dengan pemutaran film-film unggulan dari Turki, Iran, Mesir, Palestina, Maroko, Tunisia, serta negara-negara OKI lainnya. Pemutaran film akan berlangsung di berbagai lokasi, termasuk Aula Miftahul Yusuf UNJ, XXI Jakarta Theater, Gedung Kesenian Jakarta, dan Perum PFN, sehingga memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya sinema dunia Muslim.