Jakarta, Humas UNJ — Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Komarudin, hadir dalam kegiatan dialog “UNJ BICARA 2025” bersama pimpinan UNJ lainnya. Kegiatan dialog ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa dan pimpinan UNJ untuk membahas isu-isu aktual di kampus.
Kegiatan ini digelar pada Selasa, 23 September 2025 di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Raden Dewi Sartika Kampus A UNJ. Kegiatan ini disambut dengan antusiasme besar dari mahasiswa yang hadir langsung maupun menyaksikan secara daring melalui kanal YouTube SIGMA TV.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada sejumlah isu penting, antara lain perkembangan pembangunan Gedung SFD Kampus A UNJ dan lahan di Cikarang.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin menjelaskan, dari empat gedung yang direncanakan, dua gedung telah selesai dan digunakan sejak tahun lalu oleh Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara dua gedung lainnya sempat tertunda karena kendala material konstruksi dan proses birokrasi pendanaan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Keuangan. “Secara prinsip, pembangunan siap dilanjutkan. Dana kontingensi untuk pembangunan sudah ditindaklanjuti oleh kementerian terkait” jelasnya.
Rektor juga menanggapi kekhawatiran mahasiswa terkait lonjakan jumlah mahasiswa baru yang mencapai 9.000 orang. Ia menegaskan bahwa perkuliahan tetap berjalan normal, dengan pembelajaran luring wajib bagi mata kuliah praktik di laboratorium. Nantinya, keberadaan gedung baru akan menambah ruang perkuliahan, termasuk pemanfaatan kembali gedung FISH lama, FEB, dan sebagian ruang pascasarjana.
Mengenai lahan UNJ di Cikarang yang dilaporkan mahasiswa belum dibangun, Prof. Komarudin menuturkan bahwa saat ini fokus utama masih pada penyelesaian gedung di SFD. “Pengembangan Cikarang dilakukan bertahap. Untuk mempercepat proses, UNJ sudah membentuk Komite Investasi dan Ventura yang bertugas mencari investor potensial. Salah satu rencana pengembangan adalah pemanfaatan gedung Labschool Internasional menjadi boarding school, mengingat banyaknya ekspatriat di kawasan tersebut,” paparnya.

Isu lain yang turut dibahas adalah mengenai golongan UKT mahasiswa baru. Prof. Komarudin menegaskan komitmen UNJ sebagai PTNBH untuk terus berupaya transparan dan adil dalam penetapan UKT. Ia juga menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah tidak dibatasi kuota.
“Terima kasih atas masukan dari teman-teman mahasiswa. Semua ini menjadi semangat bagi kami pimpinan UNJ untuk terus memperbaiki diri. Bersama-sama mari kita wujudkan UNJ lebih maju lagi dalam rangka menuju World Class University,” tutup Prof. Komarudin.