Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) kembali memperkuat kiprahnya dalam bidang riset dan hilirisasi inovasi berkelanjutan di kancah internasional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan International Coconut Community (ICC), sebuah organisasi antarpemerintah di bawah naungan United Nations ESCAP (UNESCAP) yang berfokus pada pengembangan komoditas kelapa dunia. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, bertempat di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Jelfina C. Alouw selaku Director General ICC, yang juga menjadi narasumber utama dalam sesi paparan mengenai arah kolaborasi strategis riset kelapa global. Sementara dari pihak FMIPA UNJ, hadir Hadi Nasbey selaku Dekan FMIPA UNJ, didampingi oleh Prof. Dalia Sukmawati selaku Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerjasama, Dian Handayani selaku Koordinator Program Studi Statistika, serta Prof. Bagus Sumargo selaku Koordinator Pojok Statistik UNJ.

Kolaborasi antara FMIPA UNJ dan ICC ini merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi riset, inovasi, dan hilirisasi produk berbasis kelapa Indonesia yang berorientasi pada keberlanjutan dan daya saing global. Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk membangun ekosistem riset terpadu yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam program magang, joint research, dan publikasi internasional bereputasi Q1/Q2. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pembentukan Joint Laboratory dan pusat kolaborasi riset bioteknologi tropis yang mendukung pelestarian plasma nutfah kelapa asli Indonesia.
Pada kesempatan ini, Hadi Nasbey selaku Dekan FMIPA UNJ menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan bentuk komitmen strategis UNJ dalam menghubungkan sains dengan industri dan keberlanjutan. “Kami melihat ICC sebagai mitra global yang memiliki visi sejalan dengan FMIPA UNJ dalam mengembangkan inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kapasitas riset, pengembangan teknologi bioproses, serta membuka peluang jejaring internasional bagi dosen dan mahasiswa kami,” ujarnya.
Sementara itu, Jelfina C. Alouwselaku Director General ICC, menyambut baik sinergi ini sebagai wujud nyata diplomasi sains Indonesia di sektor bioindustri kelapa. Ia menilai FMIPA UNJ memiliki potensi besar dalam bidang bioteknologi, statistik, dan ekologi yang relevan untuk riset bioprocessing dan agrifood innovation.
Kunjungan dan penandatanganan MoA ini menjadi bagian dari strategi besar FMIPA UNJ untuk memperluas kerja sama internasional dalam tujuh fokus utama, yakni: (1) membangun jejaring global; (2) memperkuat riset dan publikasi bersama; (3) memperluas mobilitas dosen dan mahasiswa; (4) mengembangkan kapasitas teknologi; (5) mempercepat hilirisasi inovasi; (6) mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs); dan (7) menyusun peta jalan kolaborasi jangka panjang dalam riset bioteknologi dan bioindustri.
Dengan penandatanganan MoA ini, FMIPA UNJ menegaskan langkah progresifnya dalam mendukung transformasi Universitas Negeri Jakarta menuju World Class University, sekaligus menjadikan UNJ sebagai pusat unggulan riset bioteknologi tropis dan biodiversitas di Asia Tenggara. Kolaborasi ini bukan hanya simbol kerja sama lintas lembaga, tetapi juga gerakan ilmiah untuk menjadikan sains Indonesia berdaya saing global dan berdampak nyata bagi masyarakat.