Kisah Ikhlas, Anak Rantau dari Barabai Kalsel dengan Puluhan Prestasi yang Raih Wisudawan Terbaik UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Konsistensi dan Manajemen Waktu Jadi Kunci…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dari Ragu Menjadi Mampu, Kisah Wisudawati UNJ Kalimah Thoyyibah yang Raih IPK 4.00

Konsistensi dan Manajemen Waktu Jadi Kunci Sukses Naura Meraih Wisudawati Terbaik UNJ

Kisah Syara Wisudawati Asal Malaysia yang Menemukan “Rumah Kedua” dan Makna Belajar di UNJ

FT dan PLPBK UNJ Kolaborasi dengan Kemnaker RI Gelar Seminar Nasional Karier Profesional di Era Ekonomi Hijau

Dari KIP-K ke Prestasi Gemilang di UNJ, Kisah Riki Anak Yatim yang Jadi Wisudawan Terbaik

Jakarta, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ikhlas, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), berhasil meraih predikat wisudawan terbaik program sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 yang diumumkan pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 Sesi 1 yang digelar pada 13 April 2026 di GOR UNJ.

Perjalanan Ikhlas selama menempuh studi di UNJ penuh dengan pengalaman berkesan. Sejak awal menjadi mahasiswa baru, ia mengaku mendapatkan dukungan besar dari para dosen yang terus mendorong pengembangan diri, baik secara akademik maupun non-akademik. Lingkungan belajar yang suportif menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya.

“Banyak dosen yang memberikan motivasi dan arahan. Fasilitas yang tersedia juga sangat membantu saya berkembang hingga akhirnya bisa menjadi wisudawan terbaik,” ujarnya.

Keberhasilan Ikhlas meraih IPK tinggi tidak lepas dari strategi belajar yang ia terapkan. Ia menekankan pentingnya mengenali gaya belajar diri sendiri, menjaga konsistensi, serta berani mencari tantangan baru agar tetap termotivasi.

Ketertarikannya pada Bahasa Arab menjadi alasan utama memilih program studi tersebut. Ia ingin mengembangkan bakatnya secara profesional, khususnya di bidang pendidikan. Selama kuliah, Ikhlas juga mendapatkan pengalaman berharga sebagai penerjemah dalam berbagai kesempatan, termasuk mendampingi tamu internasional dari Timur Tengah dalam sejumlah kegiatan kampus.

Menjadi wisudawan terbaik tentu menjadi momen haru dan penuh syukur bagi Ikhlas. Ia mengaku bangga dapat membahagiakan kedua orang tua dan keluarganya. Baginya, peran orang tua sangat besar dalam perjalanan akademiknya.

“Saya yakin berbakti kepada orang tua adalah salah satu kunci kesuksesan. Doa dan restu mereka sangat berarti,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut peran dosen pembimbing dan para sahabat yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama masa studi.

Dalam perjalanan kuliahnya, Ikhlas menghadapi tantangan besar sebagai anak rantau dari daerah Barabai, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang jauh dari keluarga. Namun, ia mampu mengatasinya dengan menjaga komunikasi dan menjadikan keluarga sebagai sumber motivasi.

Menutup masa studinya, Ikhlas menulis penelitian yang mengangkat topik pembelajaran Bahasa Arab melalui pendekatan komunikatif berbasis budaya, khususnya dialek Hijazi. Penelitian tersebut diharapkan dapat membantu pembelajar memahami bahasa sekaligus budaya masyarakat Timur Tengah secara lebih kontekstual.

Tak hanya unggul secara akademik, Ikhlas juga aktif dalam berbagai kegiatan dan berhasil meraih sekitar 50 prestasi di bidang riset, pengabdian, organisasi, dan lomba. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat terpilih dalam program KKN Kebangsaan di Makassar yang memberinya kesempatan mengenal beragam budaya dan memperluas jejaring.

Ke depan, Ikhlas berkomitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik di mana pun berada sebagai lulusan pendidikan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar memanfaatkan masa kuliah dengan maksimal.

“Kesempatan kuliah hanya sekali. Terus belajar, jangan menyerah. Lelah akan berlalu, tapi hasil manis akan selalu dikenang,” pesannya.

Dengan semangat, kerja keras, dan doa, Ikhlas membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.