Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersinergi dengan Tim EQUITY menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Capaian Berdampak UNJ. Kegiatan yang didanai melalui program EQUITY LPDP ini berlangsung sukses pada Kamis, 23 April 2026 di Aula Bung Hatta UNJ.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog, refleksi, sekaligus unjuk visibilitas atas berbagai praktik baik yang telah diimplementasikan oleh para dosen UNJ di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan dampak riset. Ia menegaskan, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar muara hilirisasi riset, melainkan sarana transformasi sosial yang berkelanjutan.

“Pengabdian adalah wujud implementasi pengetahuan dan penerapan produk penelitian yang diharapkan mampu menghasilkan perubahan nyata dalam menyelesaikan permasalahan sosial, serta membantu stakeholders di lingkungannya,” jelas Prof. Iwan.

Ke depan, LPPM UNJ akan terus memfokuskan pengabdian masyarakat pada tiga pilar utama, yakni pemberdayaan masyarakat, kewilayahan, dan kewirausahaan. Hal ini dibarengi dengan komitmen untuk terus mengintegrasikan riset secara lebih kuat dan memperluas kemitraan strategis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan (IHSIP) UNJ, R.A. Murti Kusuma memaparkan capaian membanggakan UNJ sebagai salah satu dari 23 PTN-BH yang menerima pendanaan program EQUITY. Ia menekankan bahwa kegiatan diseminasi ini sangat penting untuk memperlihatkan visibilitas dan dampak nyata UNJ kepada publik dan rekan media.

Berbicara mengenai langkah menuju World Class University (WCU), Murti membeberkan deretan prestasi gemilang UNJ dalam satu tahun terakhir. Di kancah global, peringkat UNJ pada Webometrics melesat tajam dari posisi 3.858 pada Januari 2025 menjadi 2.145 pada Januari 2026.

Dalam pemeringkatan internasional lainnya, UNJ berhasil menempati posisi 1501+ pada QS WUR Sustainability, 951-1000 pada QS AUR, dan 351-400 pada QS WUR by Subject. Sementara pada pemeringkatan Times Higher Education (THE), UNJ mencatatkan namanya di posisi 1501+ untuk THE WUR, 601-800 untuk THE WUR by Subject (Education), 1001+ untuk Social Science, dan 801+ pada THE Interdisciplinary Science Ranking 2026. UNJ juga bertengger di peringkat 767 dunia pada UI GreenMetric.

Capaian apik juga terlihat dari 9 inovator yang diajukan UNJ, dua di antaranya berhasil meraih penghargaan nasional, yakni Helvy Tiana Rosa sebagai Ilmuwan Senior dan Vera Utami sebagai Ilmuwan Muda.

“Melalui program EQUITY ini pula, kampus diwajibkan mendirikan SDGs Center, yang dapat diakses melalui sustainability.unj.ac.id. Hasilnya, pada tahun 2025, UNJ sukses meraih peringkat 5 nasional pada ajang Indonesia’s SDGs Action Award,” papar Murti.

Selain itu, mobilitas internasional UNJ juga mengalami lonjakan drastis. Jumlah mahasiswa asing masuk (inbound) meningkat dari 110 (2024) menjadi 400 mahasiswa pada 2025. Begitu pula dengan mobilitas mahasiswa keluar (outbound) yang naik dari 107 menjadi 230 mahasiswa, serta kehadiran profesor tamu (adjunct professor) yang melonjak dari 2 menjadi 15 orang.

Mewakili Rektor UNJ, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para mitra yang menyemarakkan acara ini. Ia menyebut bahwa program ini sangat sejalan dengan tagline kementerian, yakni “Kampus Berdampak”.

“Terima kasih kepada para mitra. Melalui sinergi bersama Bapak/Ibu, UNJ dapat memberikan dampak yang nyata. Kami berharap perguruan tinggi semakin mendekatkan dirinya kepada masyarakat untuk memberikan kebermanfaatan langsung,” tutur Prof. Ifan.

Ia juga berharap LPPM dan IHSIP dapat terus menghitung dan memetakan seberapa besar skala dampak UNJ di masyarakat, seiring dengan arah kebijakan riset dan pengabdian yang semakin difokuskan pada nilai kebermanfaatan bersama.

“Melalui kegiatan ini, semoga masyarakat dapat melihat peran UNJ dan merasakan dampak besar lainnya di berbagai sektor kehidupan,” tutupnya.