
Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT), secara resmi melaksanakan kegiatan seremonial penyerahan inovasi Digital Twin pada mesin CNC Turning kepada SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta pada 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil penelitian empat orang mahasiswa skripsi angkatan 2022 dalam skema Graduate On Time (GOT), yang dikembangkan dalam kerangka riset berbasis industri 4.0 untuk mendukung pembelajaran teaching factory di SMK.
SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta menjadi SMK pertama yang mengimplementasikan teaching factory berbasis Digital Twin, sebuah inovasi hasil riset mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Mesin yang mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi industri 4.0. Dalam kegiatan ini turut hadir para mahasiswa peneliti bersama dosen pembimbing sebagai bagian dari implementasi nyata kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi dalam pengembangan teknologi terapan.
Teknologi Digital Twin memungkinkan replikasi digital mesin CNC yang terhubung secara real-time dengan mesin fisik, serta dilengkapi sistem monitoring Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang mencakup availability, performance, dan quality sebagai indikator utama efektivitas mesin.
Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta, Sukarno, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin. Inovasi ini sangat mendukung digitalisasi proses produksi di teaching factory berbasis digital, sehingga SMK memiliki keunggulan bersaing yang lebih kuat di era industri saat ini,” Ungkapnya.
Sementara itu, Achmad Pauzi, selaku Ketua Program Keahlian Teknik Pemesinan, menegaskan bahwa implementasi Digital Twin memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produksi dan sistem pembelajaran.
“Inovasi Digital Twin mesin CNC memberikan nilai tambah nyata pada program teaching factory. Kualitas produk menjadi lebih terjamin karena berbasis data real-time. Proses quality control kini dilakukan secara digital, tidak lagi manual, sehingga lebih cepat dalam mendeteksi produk reject dan mampu meminimalkan tingkat cacat produksi,” jelasnya.
Achmad Pauzi juga mengungkapkan bahwa dengan implementasi Digital Twin, sistem mampu memonitor Overall Equipment Effectiveness (OEE), sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh teaching factory dari SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta.
Dr. Phil. Imam Mahir selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNJ, menekankan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri.
“Inovasi Digital Twin ini merupakan bagian dari project penelitian teaching factory (TEFA), dan SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta kami jadikan sebagai living lab bagi Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNJ.” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inovasi ini telah diimplementasikan langsung dalam program teaching factory.
“Digital Twin mesin CNC ini mengintegrasikan proses pembelajaran dan produksi berbasis data real-time. Pengembangannya merupakan bagian dari riset umbrella bertema teaching factory yang diketuai oleh Ibu Aam Amaningsih Jumhur, dengan latar belakang Teknik Industri. Selain itu, tim juga mengembangkan Training Need Assessment di industri melalui kerja sama dengan berbagai mitra industri yang membutuhkan program pelatihan di bidang maintenance manufaktur.
Prodi Pendidikan Teknik Mesin UNJ berkomitmen meningkatkan kualitas lulusan agar siap masuk dunia industri, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai manajer trainer di industri. Oleh karena itu, mahasiswa dibekali keterampilan berbasis data real pada mesin, serta kompetensi tambahan seperti coding, Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).” Ungkapnya.
Melalui inovasi Digital Twin ini, UNJ menegaskan perannya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan vokasi. Kolaborasi dengan SMK menjadi bukti konkret bahwa riset di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing industri.