Mahasiswa Mappi Papua Asah Public Speaking Bersama Coach Steny Agustaf

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Jadi Kampus yang Dipercaya Kemenlu…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FISH UNJ Perkuat Kompetensi Guru Sosiologi Hadapi Tantangan Sosial di Sekolah

Dosen Prodi S3 PKLH SPs UNJ Perkuat Peran Guru dalam Pembelajaran Lingkungan Berkelanjutan

UNJ Perkuat Layanan Mata Kuliah Umum untuk Bangun Karakter Mahasiswa

FIP UNJ Bekali Dosen dan Tendik dengan Kompetensi AI melalui Sertifikasi Gemini

GAD FIP UNJ Gelar Workshop Penulisan Publikasi Ilmiah, Dorong Mahasiswa Temukan Kebaruan dan Tembus Jurnal Bereputasi

JAKARTA, Humas UNJ — Sebanyak 19 mahasiswa Mappi Papua mengikuti workshop Public Speaking, Communication & Presentation Skills selama dua hari, 24–25 Agustus 2026, di Aloft South Hotel Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Coach Steny Agustaf sebagai fasilitator untuk memperkuat keterampilan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara dan tampil di depan publik.

Workshop dibuka oleh Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ), Nina Wanda Cassandra. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi dosen UNJ, Asti Ramadhani Endah Lestari, Imas Nita Juwita, dan Marcella Sonya Maria.

“Public speaking bukan hanya tentang keberanian berbicara di depan banyak orang, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur, jelas, dan meyakinkan. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi yang dapat mereka gunakan dalam berbagai situasi,” ujar Nina.

Mengusung materi “Speak with Confidence & Impact”, workshop dirancang dengan pendekatan praktik agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menerapkannya. Materi meliputi komunikasi verbal, vokal, dan visual, mulai dari pemilihan kata, intonasi dan artikulasi hingga penggunaan bahasa tubuh.

Salah satu fokus kegiatan adalah membantu mahasiswa mengatasi keraguan ketika harus tampil di hadapan orang lain. Melalui berbagai aktivitas interaktif, peserta didorong untuk keluar dari zona nyaman, memperkenalkan diri, berbicara di depan peserta lain, serta mempraktikkan teknik komunikasi yang telah dipelajari.

Coach Steny memperkenalkan sejumlah teknik untuk membangun kepercayaan diri saat tampil, antara lain power pose, eye contact, hand gestures, facial expressions, dan pengaturan gerak tubuh. Materi confident body language menekankan pentingnya penggunaan bahasa tubuh sebagai bagian dari penyampaian pesan dan pembentukan kesan percaya diri di hadapan audiens.

Mahasiswa juga mendapatkan materi vocal mastery yang membahas berbagai unsur dalam penggunaan suara, seperti tone, pitch, volume, speed atau tempo, pause, articulation, intonation, dan stressing. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa efektivitas komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara pesan disampaikan melalui suara dan bahasa tubuh.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai sesi praktik sehingga tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba teknik komunikasi di hadapan peserta lain. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman nyata sekaligus melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan.

Selain keterampilan dasar public speaking, peserta juga dibekali teknik presentasi yang lebih terstruktur, mulai dari membangun hook untuk menarik perhatian audiens, menyampaikan isi pesan, hingga menutup presentasi dengan call to action. Hook diperkenalkan sebagai bagian awal presentasi yang berfungsi membangun perhatian dan ketertarikan audiens terhadap pesan yang akan disampaikan.

Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Mappi Papua untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus keberanian tampil di ruang publik. Pengalaman praktik yang diberikan diharapkan dapat membantu mahasiswa menyampaikan ide secara lebih jelas, terstruktur, dan percaya diri.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, mengapresiasi pelaksanaan workshop yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui pengalaman praktis.

“Kemampuan komunikasi dan public speaking menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam kehidupan akademik maupun ketika memasuki dunia kerja. Saya berharap mahasiswa Mappi Papua dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk semakin berani menyampaikan gagasan, membangun jejaring, dan menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki,” ujar Yasep.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan kapasitas mahasiswa Mappi Papua, khususnya dalam menghadapi kebutuhan komunikasi di lingkungan akademik dan profesional. Public speaking tidak hanya menjadi keterampilan untuk berbicara di depan banyak orang, tetapi juga menjadi kemampuan untuk menyampaikan gagasan, membangun koneksi, dan menunjukkan potensi diri secara lebih percaya diri.